Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Cabai Turun, Migor Naik

Disperdagin Operasi Pasar meski Harga Stabil

24 April 2021, 16: 41: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

TANYA HARGA: Tim gabungan pemkot-BI berada di salah satu kios penjual daging di Pasar Pahing saat sidak harga kemarin.

TANYA HARGA: Tim gabungan pemkot-BI berada di salah satu kios penjual daging di Pasar Pahing saat sidak harga kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Fluktuasi harga kebutuhan pokok masih terkendali di pertengahan bulan puasa ini. Meskipun ada kenaikan di beberapa komoditas namun tidak terlalu tinggi. Bahkan, sebagian kebutuhan pokok justru mengalami penurunan.

Fakta di atas merupakan salah satu temuan dari tim gabungan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar-pasar tradisional kemarin (23/4). Tim yang terdiri dari dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagin), Bank Indonesia wilayah Kediri, dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kediri itu mendatangi dua pasar besar. Yaitu Pasar Setonobetek dan Pasar Pahing.

Harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) di dua pasar itu tergolong stabil. Kenaikan yang terjadi juga tidak terlalu tinggi. Hanya berkisar Rp 2 ribu. Seperti minyak goreng (migor) misalnya, harga per liternya kini berkisar Rp 14 ribu. Sebelumnya hanya Rp 12.500.

Baca juga: 3 Hari, 3 Nyawa Melayang

“Yang lain kebanyakan turun, seperti beras dan telur,” terang Kabid Pengembangan dan Perdagangan Disperdagin Anik Sumartin.

Perempuan asal Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren ini memaparkan, di pasar Setonobetek harga beras Rp 9 ribu per kilogram. Sedangkan, di pasar Pahing hanya Rp 8.500 per kilogram. Itu untuk jenis IR-64. Sebelumnya harga jenis itu mencapai Rp 10 ribu.

Telur pun mengalami penurunan. Bila semula Rp 24 ribu per kilogram kini hanya dijual seharga Rp 22 ribu per kilogram. Demikian pula harga cabaiyang juga mulai turun. Cabai kecil yang sebelumnya Rp 60 ribu kini menjadi Rp 46 ribu satu kilogramnya.

“Untuk daging, seperti ayam dan sapi tidak ada kenaikan harga,” tambah Anik. Harga ayam potong, per kilogramnya Rp 35 ribu. Sedangkan harga daging sapi masih Rp 100 ribu per kilogram.

Stabilnya harga itu diakui oleh Tukimah, 68, penjual daging sapi di Pasar Pahing. Dia menjelaskan bahwa  tidak ada lonjakan mulai awal puasa sampai sekarang.

Sunarti, 58, pedagang peracangan di pasar yang sama, menyebutkan kebutuhan yang paling banyak dicari pembeli saat ini adalah migor dan gula. Karena permintaan tinggi harganya jadi naik. Meskipun kenaikannya hanya Rp 500. “Sebelumnya harga gula hanya Rp 11.500 sekarang jadi Rp 12 ribu,” ucapnya.

Anik menganggap kenaikan tersebut masih lumrah. Meskipun demikian, pemkot berencana tetap melakukan operasi pasar. Bagi pemkot operasi pasar itu sebagai salah satu antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga mendekati Lebaran. Penjualan sembako melalui operasi pasar itu akan dijual dengan harga terendah. Lebih rendah dari harga di pasaran.

Rencananya pemkot akan menyasar enam kelurahan di tiga kecamatan untuk target operasi pasar tersebut. Pelaksanannya akan bergilir mulai 27 April hingga 4 Mei. Satu kelurahan akan disiapkan sebanyak Rp 500 kilogram beras.

“Kami menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tandas Anik.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news