Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

3 Hari, 3 Nyawa Melayang

24 April 2021, 16: 24: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

3 Hari, 3 Nyawa Melayang

(ilustrasi)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tiga nyawa melayang dalam tiga hari. Fakta itu sudah bisa menggambarkan betapa tingginya risiko kematian di jalan raya. Tiga kecelakaan maut terjadi di wilayah hukum Polres Kediri dengan korban nyawa tiga orang.

Kecelakaan terakhir terjadi di Jalan Raya Kediri-Pare Kamis (22/4). Tepatnya di Desa Gayam, Kecamatan Gurah. Insiden ini melibatkan tiga sepeda motor dengan korban Atham Abdul Ghofur, 24, warga Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah.

Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi Selasa (20/4) dan Rabu (21/4). Kecelakaan Selasa tempat kejadian perkara (TKP)-nya di perempatan Mengkreng. Korbannya seorang pengendara sepeda motor yang  menabrak truk yang hendak dia salip. Korban itu adalah Anton Supriyadi, warga Putat Jaya Surabaya.

Baca juga: Aneka Sambel Mbah Bagong

Sehari kemudian juga terjadi kecelakaan di daerah Kecamatan Kras. Seorang pejalan kaki bernama Joar, warga Karangtalun, Kras, meninggal setelah ditabrak sepeda motor.

Korban kecelakaan di Desa Gayam itu, meninggal setelah sempat dirawat di RS Siti Khodijah. “Karena kondisi selama dirawat semakin memburuk, dinyatakan meninggal sekitar pukul 11.15 WIB,” terang Kanit Laka Lantas Polres Kediri  Ipda Aris Wigiarto.

Kecelakaan maut itu terjadi di perempatan Dusun Wonokasihan. Kejadiannya pagi hari, sekitar pukul 07.30. Sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kerusakan parah. Roda depannya melengkung. Sebab, kendaraan itu sempat menabrak jembatan.

“Korban sempat tidak sadarkan diri dan mengalami luka di bagian perut,” ungkap Aris.

Seorang pengendara yang terlibat dalam kecelakaan ini hanya mengalami luka-luka. Fatah, nama pengendara itu, terluka di bahu dan dahi. Sedangkan satu pengendara lagi, Suratmi, tak terluka sama sekali.

Jalur di lokasi kecelakaan itu sempat macet. Banyak pengendara yang berhenti dan melihat proses evakuasi korban. Warga pun berkerumun karena penasaran dengan peristiwa tersebut.

“Suara tabrakannya terdengar keras,” ujar Jumiati warga sekitar.

 Di hari yang sama, sekitar pukul 10.00 WIB, juga terjadi kecelakaan di Jalan Raya Kediri-Blitar, tepatnya di Desa Tegalan, Kecamatan Kandat. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. “Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor dan mobil,” ungkap Aris.

Akibat kecelakaan tersebut, Gunawan, 60, pengendara sepeda motor Honda Revo AG 3780 HJ mengalami luka robek pada pelipis kepala bagian belakang. Ketika dibawa ke RS Surya Melati, laki-laki asal Desa Watugede, Kecamatan Kandat sempat tidak sadarkan diri.

Kejadian tersebut bermula ketika Gunawan yang mengendarai sepeda motor yang dikendarai oleh sedang berjalan dari arah utara. Sesampai di lokasi kejadian, terdapat Daihatsu pikap yang dikendarai oleh Suyanto, 36. Pada saat itu, laki-laki asal Kecamatan Prambon, Nganjuk membuka pintu mobil tanpa melihat kondisi di luar. Akibatnya Gunawan menabrak pintu milik Suyanto.

Aris menambahkan, kejadian kecelakaan yang terjadi diakibatkan oleh faktor human error. “Kebanyakan tidak fokus, dan tidak bisa mengendalikan kecepatan,” kata Aris. Dengan seringnya kejadian kecelakaan, ia berharap agar masyarakat jauh lebih berhati-hati. (ara/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news