Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Peluang Usaha dengan Tanam Porang

Harga Tembus Ratusan Ribu, Tanah Harus Subur

21 April 2021, 12: 28: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

NILAI JUAL TINGGI: Umbi (kiri) dan katak porang yang memiliki nilai jual tinggi dan menguntungkan.

NILAI JUAL TINGGI: Umbi (kiri) dan katak porang yang memiliki nilai jual tinggi dan menguntungkan. (Habibah Anisa Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Tanaman porang saat ini tangah banyak mendapat sorotan. Sebab, potensi penjualannya sangat tinggi. Saat ini, di pasaran, umbi porang bisa dijual Rp 8700 per kilogram sedangkan katak porang Rp 170 ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram.

Tanaman porang atau disebut dengan iles-iles ini adalah sejenis tanaman penghasil umbi. Fransiskus Xaverius Sigit Priono adalah salah pembudidaya tanaman porang. “Porang ini adalah jenis tanaman investasi, karena setelah panen pertama di musim ketiga akan terdapat katak dan umbi,” terang laki-laki yang kerap dipanggil Sigit. Katak porang adalah buah yang tumbuh di antara batang tanaman porang dan bisa dijadikan bibit tanaman porang.

Sigit menjelaskan, dengan adanya katak dan umbi membuat penanam porang tidak perlu bibit baru. Tanaman porang mengalami pertumbuhan selama lima hingga tujuh bulan setiap tahunnya pada musim hujan. Setelah memasuki musim ketujuh, tanaman mengalami masa istirahat atau dorman. Di fase ini daun akan layu sehingga tampak seolah-olah mati. “Padas daun sudah mulai layu menandakan akan mulai panen,” imbuhnya.

Baca juga: Verifikasi Berkas Enam OPD

          Meski tidak sulit perawatannya, namun ketika menanam porang memerlukan banyak persiapan. Salah satunya adalah memilih lokasi. Untuk menanam porang, usahakan lahan subur dan gembur. Di mana kondisi tanahnya tidak tergenang air, terutama ketika fase pertumbuhan. Selain itu akan lebih baik jika ph tanah sekitar enam atau tujuh.

          Setelah pengolahan lahan, kemudian berlanjut pada pemilihan benih.  “Benih porang bisa didapat dari katak, umbi, atau biji dari kultur jaringan,” kata Sigit. Katak yang dijadikan benih bisa dengan ukuran kecil atau besar. Hanya saja usahakan yang digunakan katak yang sudah panen, karena nanti akan berpengaruh dalam pertumbuhan. Jika menggunakan katak yang belum panen, nanti akan cepat busuk.

          Laki-laki asal Dusun Dampit, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu mengatakan bahwa waktu tanam porang harus tepat. Di mana tanaman porang ketika sedang memasuki musim hujan. Selain tergantung musim, namun juga kondisi air di tempat penanaman.

          Setelah memulai proses penanaman, kemudian beralih ke proses  pemeliharaan. “Tanaman porang rentan terhadap genangan air dan kekeringan,” ungkap Sigit. Sehingga tanaman porang tidak boleh mengalami kekeringan dan pemberian air tiga atau empat hari sekali.

          Seperti tanaman pada umumnya, porang juga perlu diberi pupuk. Di mana pemupukan dapat dilakukan pertama kali penanaman dan ketika tunas mulai tumbuh. Usahakan pupuk yang dipakai adalah organik agar tidak mudah terjadi serangan hama dan penyakit. (ara/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news