Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Belasan Pelaku Usaha Ajukan BPUM

Jumlah Bantuan Menyusut Separo

21 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BPUM

KONSULTASI: Kasi Pengembangan, Penguatan, dan Perlindungan UM Santi Punto Asih berbincang dengan dua pelaku usaha mikro yang hendak mengajukan BPUM. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Bantuan produktif usaha mikro (BPUM) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali bergulir. Di hari pertama pendaftaran kemarin, sudah ada belasan pelaku usaha mikro (UM) yang mengajukan bantuan. Jumlah pendaftar diperkirakan akan membeludak jelang penutupan pada Selasa 927/4) nanti.

Untuk diketahui, BPUM tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu pelaku UM akan mendapat Rp 2,4 juta, tahun ini hanya separonya. Yakni, Rp 1,2 juta. “Memang tahun ini jumlah bantuannya tidak sama dengan tahun lalu,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Supiyanto melalui Kasi Pengembangan, Penguatan, dan Perlindungan UM Santi Punto Asih.

Perempuan berjilbab itu berharap pelaku UM bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Agar lebih banyak pelaku UM yang terbantu, Santi mengaku sudah menyurati kelurahan, desa, dan kecamatan di Nganjuk.

Baca juga: Pembuat Topeng Karakter yang Tembus Pasar Yunani dan Singapura

Lebih jauh Santi menjelaskan, pengajuan pendaftaran sama dengan tahun lalu. Mekanisme pencairan juga sama. Yakni, dilakukan langsung oleh Kemnaker. Adapun Disnakerkop UM Nganjuk hanya membantu proses pendaftaran saja.

Selebihnya, proses verifikasi dan penentuan nama-nama pelaku UM yang mendapat bantuan merupakan kewenangan Kemnaker. “Pencairan bantuan juga langsung dari kementerian ke rekening penerima,” jelasnya sembari menyebut disnakerkop UM hanya membantu mengirim data ke provinsi dan pusat.

Terkait jumlah pendaftar di hari pertama yang masih mencapai belasan orang, Santi memprediksi hal itu karena banyak masyarakat yang belum tahu. Berdasar pengajuan BPUM tahap pertama pada Agustus 2020 lalu, menurut Santi total ada 8.373 pelaku UM yang mengajukan bantuan. Dari jumlah tersebut, ada 1.706 pemohon yang hingga sekarang bantuannya belum cair.

Pencairan bantuan menurutnya tersendat karena berdasar verifikasi oleh Kemnaker masih ditemukan beberapa kekeliruan. Di antaranya, data nomor ponsel yang aktif, hingga nama-nama mereka. “Akhirnya penyaluran bantuan ditunda,” jelasnya.

Belajar dari kasus tersebut, Santi meminta para pemohon untuk meneliti ulang data-data yang dikirimkan. Dia meminta pemohon memeriksa data untuk

memastikan tidak ada lagi kesalahan. Sehingga, mereka bisa mendapat bantuan dampak Covid-19 dari pemerintah pusat tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news