Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom
Sudut Pandang

Mengantisipasi Perampokan Nasabah

18 April 2021, 16: 25: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Ilustrasi kronologi perampokan nasabah BCA di Pare.

Ilustrasi kronologi perampokan nasabah BCA di Pare. (AFRIZAL MAHBUB-JP RADAR KEDIRI)

Share this          

Mengantisipasi Perampokan Nasabah

Kejahatan kepada nasabah bank sudah sering terjadi. Kebanyakan kerugian yang ditimbulkan juga besar. Rata-rata uang yang dirampok itu jumlahnya ratusan juta rupiah. Yang merampok pun rata-rata juga komplotan. Bekerja dalam kelompok yang terstruktur dan terlatih.

Yang terbaru adalah perampokan yang terjadi di Jalan Dr Soetomo, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Nasabah Bank BCA yang jadi korbannya. Uang Rp 500 juta lenyap dibawa kawanan perampok.

Baca juga: Polisi Didorong Kedepankan Cara Kekeluargaan untuk Selesaikan Masalah

Menariknya, metode yang digunakan merupakan cara-cara yang sudah sering terjadi. Ada perusakan bagian mobil, kebanyakan bagian roda. Mobil berhenti, kemudian perampok datang. Bila tidak dengan paksa mereka biasanya mengambil dengan cara diam-diam.

Modus seperti itu berulang kali terjadi. Polisi juga beberapa kali menangkap pelaku. Toh, hal yang sama kembali terulang dengan modus yang nyaris seragam.

Sudah banyak teori yang berusaha mengurai aksi kejahatan seperti di atas. Salah satunya, pelakunya adalah kawanan yang bekerja dengan sistematis. Mereka membagi tugas dalam tiga bagian penting. Profiler, eksekutor, dan joki.

Profiler adalah perampok yang bertugas membuat profil korban. Sosok ini akan melakukan pengamatan pada incaran selama beberapa waktu. Yang dilihat adalah kebiasaan sang nasabah serta jumlah uang yang diambil. Jangan heran bila sasarannya selalu nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar.

Eksekutor tentu saja adalah yang bertugas melakukan aksi perampokan. Ada dua cara, bisa dengan kekerasan seperti menodongkan senjata atau menarik paksa. Bisa juga dengan cara halus seperti yang terjadi di depan SPBU Pelem, Pare itu. Sedangkan joki adalah pengendara yang bertugas membonceng eksekutor.

Karena itu, antisipasi pada kejahatan seperti ini harus dimulai dari titik awal. Antisipasi oleh pihak bank adalah suatu keniscayaan. Tak hanya di area dalam bank saja yang perlu diawasi. Area luar, bahkan di seberang jalan perlu dicermati. Bila ada yang mencurigakan maka layak untuk diselidik.

Paling penting adalah para nasabah besar juga harus mengantisipasi sejak dini. Rata-rata penjahat yang mempelajari profil nasabah dari kebiasaan, maka perlu dihindari tindakan yang ceroboh dalam hal yang kecil. Seperti parkir kendaraan dan kebiasaan-kebiasaan lain. Nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar perlu mencari tempat parkir yang aman. Yang terpantau oleh petugas bank. Selain itu, anjuran untuk meminta pengawalan juga layak untuk dipikirkan.

Memang, menjadi tugas penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini. Kita pun berharap pelaku perampokan itu segera tertangkap. Bekal pengalaman di kasus dengan modus serupa bisa jadi pedoman. Namun, yang penting lagi, adalah antisipasi dari nasabah itu sendiri. Berhati-hati agar tidak menjadi korban tentu lebih utama dibandingkan harus menjadi korban. (*)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news