Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Perampokan Nasabah BCA Pare

Perampok Sayat Ban, Anak Korban Sempat Pangku Uang Rp 0,5 Miliar

17 April 2021, 17: 50: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Ilustrasi kronologi perampokan nasabah BCA di Pare.

Ilustrasi kronologi perampokan nasabah BCA di Pare. (AFRIZAL MAHBUB-JP RADAR KEDIRI)

Share this          

Pelaku perampokan nasabah bank BCA Kamis (15/4), tampaknya, adalah profesional dan spesialis. Aksi mereka dipersiapkan dengan matang. Tertata dan terukur dengan rapi. Nyaris tanpa cela pada aksi mereka.

Setidaknya itu terlihat dari kejadian yang berlangsung siang hari itu. Pelaku yang berjumlah dua orang dan mengendarai dua sepeda motor, melakukan aksinya dengan mulus. Mulai dari mengamati korbannya sejak dari bank, merobek roda kendaraan, hingga tahu lokasi tas berisi uang yang ditempatkan Sutrisno.

Berdasarkan keterangan Sutrisno kepada polisi, dia memilih menghentikan mobil Daihatsu Ayla warna kuningnya saat merasa bannya ada yang kempes. Setelah dilihat ada robekan di bagian luar ban belakang kiri. Seperti bekas sayatan silet atau pisau tajam.

Baca juga: Belajar Tatap Muka? Mas Abu: Perlu Persetujuan Orang Tua

Saat itu Sutrisno dalam perjalanan dari Bank BCA KCP Pare ke rumahnya. Lokasi tempatnya berhenti itu sekitar 3 kilometer dari bank tersebut.

Di dalam mobil Sutrisno ditemani anak bungsunya, Adiva Nur Maulani. Adiva duduk di kursi depan, di dekat sang ayah yang menyetir. Dia membawa tas berisi uang sebanyak setengah miliar rupiah itu.

Lokasi berhenti Sutrisno tepat di seberang SPBU Pelem. Tepat di depan kios penggandaan kunci. Sutrisno turun dan melihat ban belakang kirinya kempes.

Ketika hendak mengganti ban, Sutrisno ternyata tak menemukan dongkrak di mobilnya. “Korban meminta putrinya menelepon kakaknya,” terang Kanit Reskrim Polsek Pare Iptu Sukiman.

Ketika menelepon itu Adiva keluar mobil. Dia meninggalkan tas berisi uang di dalam mobil. Diletakkan di jok yang baru dia duduki.

Pada saat bersamaan, ada seorang lelaki yang mengendarai Honda Vario warna hitam mendatangi Sutrisno. Sambil membuka helm teropong yang dia pakai lelaki itu berpura-pura menanyakan alamat.

Namun, tanpa diketahui Sutrisno dan anaknya, ada pelaku kedua yang mengendarai Honda Sonic warna hitam membuka pintu mobil bagian pengemudi. Lelaki itu langsung mengambil tas berisi uang dan membawanya kabur.

Aksi perampok itu ternyata terlihat jelas oleh pemilik kios penggandaan kunci. Dia langsung berteriak maling. Namun, dua pelaku itu sudah keburu pergi meninggalkan lokasi sembari membawa barang rampokan. “Ketika kabur kedua kendaraan melaju ke arah selatan,” ungkapnya.

Dua pelaku itu sepertinya tak menduga bila ada yang memergoki aksinya secara langsung. Karena itu mereka pergi dengan agak tergesa-gesa. Bahkan, helm milik pelaku pertama, yang berpura-pura tanya alamat, terjatuh. Helm itu kini dijadikan barang bukti polisi.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Kediri, diperkirakan perampok sudah lama mengamati gerak-gerik korban. Pelaku ini tahu kebiasaan korban yang rutin mengambil uang di bank.

Kebetulan, saat berada di bank, mobil milik korban tak diparkir di halaman bank yang sebenarnya cukup luas. Mobil itu terparkir di seberang jalan. (ara/fud)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news