Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Perampokan Nasabah BCA Pare, Polisi Periksa 2 CCTV

17 April 2021, 16: 50: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Ilustrasi kronologi perampokan nasabah BCA di Pare.

Ilustrasi kronologi perampokan nasabah BCA di Pare. (AFRIZAL MAHBUB-JP RADAR KEDIRI)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Tak mudah bagi polisi untuk mengidentifikasi perampok yang menggondol uang Rp 500 juta milik nasabah bank BCA. Mereka hanya mengantongi ciri-ciri perampok yang berjumlah dua orang itu dari keterangan korban dan saksi.

Polisi kesulitan mendapatkan data dari rekaman closed circuit television (CCTV). Mereka hanya bisa mengandalkan melihat rekaman CCTV dari dua perempatan yang paling dekat dengan lokasi perampokan.  Yaitu di perempatan dekat Stadion Candabhirawa dan Tugu Garuda dekat RSUD Kabupaten Kediri (RSKK).

Polisi mengandalkan dua CCTV itu karena di dekat lokasi kejadian tak ada CCTV. Termasuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di seberang jalan. Di SPBU itu juga tak terpasang CCTV.

Baca juga: Omzet Naik, Harga Sayuran di Pasar Setonobetek Masih Stabil

“Dari rekaman CCTV itu nanti akan bisa diketahui gerak-gerik pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Pare Iptu Sukiman.

Jarak dua CCTV itu sebenarnya relatif jauh dari lokasi kejadian. Perempatan pertama, di dekat Stadion Candabhirawa, jaraknya sekitar 1,5 kilometer. Sedangkan perempatan kedua, di Patung Garuda, lebih jauh lagi. Yaitu 2,5 kilometer.

Dua CCTV di tempat itu digunakan untuk memantau pergerakan perampok setelah melakukan aksinya. Sebab, berdasarkan keterangan korban dan saksi, dua perampok itu melarikan diri ke arah dua perempatan tersebut usai menjalankan aksinya.

“Polisi sudah mengantongi ciri-ciri motor yang digunakan pelaku dari keterangan saksi-saksi,” terang Sukiman.

Selain CCTV di dua lokasi itu, polisi juga akan mengamati kamera yang ada di halaman BCA Pare. Di bank tersebut korban Sutrisno mengambil uang. Kuat dugaan pelaku sudah mengamati dari lokasi itu.

Sementara itu, Sutrisno kemarin resmi melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi. Lelaki pemilik toko pertanian di DesaWonojoyo, Kecamatan Gurah ini datang ke Polsek Pare bersama anaknya, Adiva Nur Maulani, 16. Adiva yang masih pelajar SMA itu juga ikut bersama sang ayah saat kejadian tersebut.

“Tadi korban datang ke kantor sekitar pukul 11.00,” terang Sukiman.

Menurut Sukiman, usai kejadian Sutrisno masih shock. Sehingga baru bisa dimintai keterangan kemarin. Keterangan korban itulah yang akan membantu polisi mencari pelaku.

Kepada polisi Sutrisno mengatakan sudah biasa mengambil uang dalam jumlah besar dari bank. Setiap mengambil dia juga tanpa pengawalan polisi. Biasanya ditemani oleh istri dan anaknya. Karena sudah biasa, dia tak menduga akan mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti itu.

Saksi lain yang diperiksa dalam kasus perampokan Rp 500 juta adalah Supriyono, 23. Laki-laki asal Desa Pelem, Kecamatan Pare ini adalah pemilik kios penggandaan kunci. Di depan kios milik Supriyono itulah Sutrisno menghentikan mobil ketika ada masalah dengan bannya.

“Saksi juga smepat meneriaki tersangka ketika lari membawa kabur uang,” terang Sukiman.

Polisi juga akan memintai keterangan beberapa saksi lain. Terutama yang ada di sekitar kantor Bank BCA dan SPBU. Salah satunya adalah petugas keamanan di bank tersebut.

Diberitakan sebelumnya, aksi perampokan nasabah bank terjadi Kamis (15/4). Modusnya adalah merobek ban milik korban. Setelah korban berhenti untuk mengganti ban pelaku beraksi. Kejadian itu terjadi tepat di depan SPBU di Jalan Dr Soetomo, Desa Pelem, Kecamatan Pare. (ara/fud)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news