Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Belajar Tatap Muka? Mas Abu: Perlu Persetujuan Orang Tua

17 April 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MASIH DARING: Suasana halaman SMAN 1 Kediri yang lengang karena belum ada pembelajaran tatap muka di sekolah.

MASIH DARING: Suasana halaman SMAN 1 Kediri yang lengang karena belum ada pembelajaran tatap muka di sekolah. (DOKUMEN RADAR KEDIRI-rekian)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar rupanya tidak mau gegabah menyelenggarakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Ada risiko besar yang mungkin terjadi bila PTM digelar sekarang. Ada kekhawatiran jumlah penularan meningkat drastis, karena itu dia membutuhkan kajian khusus sebelum pelaksanaan PTM digelar.

“Biasa, kalau ditanya siap semua lembaga sekolah pasti akan jawab siap,” kata Abu. Dia tidak ingin kesiapan di sekolah hanya sekadar menyediakan cuci tangan saja. Harus pula dipikirkan, saat siswa istirahat bagaimana mencegah mereka tidak berkumpul. Abu menganggap, persiapan PTM bukan sekadar sarana prasarana semata. Seperti alat pengukur suhu dan hand sanitizer.

Meski itu, sarana itu penting untuk menjaga warga sekolah tidak tertular Covid-19 namun ada yang dia anggap lebih penting. Yakni, menuntaskan vaksinasi guru yang kini sudah selesai 60 persen hingga meminta persetujuan orang tua murid. Bagi Abu, saat ini, sebagian besar guru di Kota Kediri usianya sudah lebih dari 50 tahun.

Baca juga: Buka Bersama, Petang Ini Manajemen Persik Dialog dengan Persikmania

“Tidak sedikit guru yang komorbid,” bebernya kepada JP Radar Kediri. Ini menjadi perhatian Pemkot Kediri agar semua warga di sekolah baik guru dan siswa tetap sehat. Selain itu, perlu adanya persetujuan orang tua untuk tetap memasukan anaknya ke sekolah atau tetap belajar jarak jauh.

Apabila ada orang tua siswa yang tidak sepakat untuk PTM maka pihak sekolah tidak boleh memusuhi wali murid tersebut. Keputusan orang tua haruslah dihormati. Mereka yang menolak diberlakukannya PTM alasannya pasti ingin menjaga kesehatan anaknya. Itu menjadi hak orang tua sehingga tidak boleh ada pemaksaan.

“Nanti kalau ada PTM, harus ada persetujuan orang tua. Apa saja keputusan mereka harus dihormati,” beber Politkus PAN ini. Jika sekolah sudah disiapkan lebih awal selanjutnya adalah kesiapan dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Jika setelah PTM dibuka terjadi ledakan jumlah kasus maka semua rumah sakit di Kota Kediri harus benar-benar siap.

Antisipasi sejak awal penting untuk menghindari munculnya kejadian luar biasa. Kasus liburan yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi semua wilayah di Jawa Timur. Ledakan kasus mempersulit penanganan karena jumlah rumah sakit yang menangani terbatas.

Atas dasar itu pula, Wali Kota Abu enggan berspekulasi untuk menerapkan pelaksanaan PTM di Kota Kediri. Karena itu, uji coba pelaksanaan PTM harus dimatangkan ke semua pihak agar kesadaran menjaga prokes benar-benar terlaksana.

Sejauh ini, pemkot tetap konsisten tidak membuka taman karena dianggap sebagai tempat yang riskan terdampak korona. Katanya, yang perlu dibuka adalah lokasi yang esensial saja. Salah satunya adalah pasar. (rq/dea)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news