Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Omzet Naik, Harga Sayuran di Pasar Setonobetek Masih Stabil

17 April 2021, 11: 26: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

MENINGKAT: Salah satu lapak pedagang di Pasar Setonobetek yang menjual aneka sayur dan bumbu-bumbuan. Selama Ramadan, terjadi kenaikan penjualan.

MENINGKAT: Salah satu lapak pedagang di Pasar Setonobetek yang menjual aneka sayur dan bumbu-bumbuan. Selama Ramadan, terjadi kenaikan penjualan. (DEWI AYU NINGTYAS-JP RADAR KEDIRI)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Awal Ramadan tahun ini harga komoditas sayuran di Pasar Setonobetek masih stabil. Meski, volume penjualannya naik hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya.

Niki, 32, salah satu pedagang sayuran di Pasar Setonobetek mengatakan, awal Ramadan terjadi peningkatan penjualan. “Sayuran lumayan ada peningkatan,” katanya.

Sebelum Ramadan, pendapatan kotor dari berjualan sayur Rp 3 juta. Namun, untuk saat ini dua kali lipatnya, yakni Rp 6 juta setiap harinya. Itu didapatkan dari penjualan beragam jenis sayuran yang semuanya merata diincar pembeli.

Baca juga: Perburuan Pemain, Persik Sudah Dekat dengan Bek Asing

Di lapaknya saat ini untuk keperluan dapur yang banyak diincar warga yakni bawang merah dengan harga Rp 30 ribu per kilogram. Sementara bawang putih Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu setiap kilogramnya. “Untuk sayuran merata,” ujarnya.

Terkait dengan peningkatan penjualan di awal Ramadan kali ini diakui Niki sudah menjadi hal biasa seperti sebelumnya. Dia pun telah memprediksi menjelang Ramadan kondisi akan kembali normal. Artinya daya beli masyarakat juga stabil. 

Kondisi tersebut masih bisa terjadi peningkatan lagi menjelang hari raya nanti. “Karena masih awal (Ramadan), warga masih senang berbelanja,” ujarnya.

Namun, diakui Niki, penjualan di awal Ramadan kali ini masih kalah ramai dengan tahun sebelumnya. Itu lantaran terdampak relokasi pedagang dari pasar lama ke bangunan baru.

Di lapak berbeda, Dewi, 27, pedagang sayuran mengungkapkan, meski terjadi peningkatan penjualan, masih dirasakan sepi. Itu lantaran pedagang terpecah di dua bagian pasar. “Jadi tidak bisa seperti kemarin (kondisi penjualan, Red),” ungkapnya.

Meski demikian, di awal puasa terjadi peningkatan penjualan. Banyak pembeli yang mengincar beragam jenis sayuran. “Peningkatan sampai 70 persen,” katanya.

Untuk pendapatan bersih yang dikantongi sebesar Rp 4,5 juta setiap harinya. Sedangkan sebelum Ramadan berkisar Rp 2,5 juta per hari.

Terkait dengan harga sayuran di lapaknya saat ini, diakui Dewi masih stabil. Untuk jenis sayuran yang diincar pembeli pun merata di semua jenis. “Harganya masih normal untuk cabai, bawang merah, dan bawang putih,” ujarnya seraya mengatakan pasokan dari Pasar Grosir Ngronggo. (c2/dea)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news