Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Sidang Korupsi Sugihwaras

Saksi Beber Modus Pemalsuan LPj DD

JPU Hadirkan Perangkat

16 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

DARING: Para saksi yang juga perangkat Desa Sugihwaras, Prambon memberi keterangan di depan majelis hakim. Rudi dan Sutrisnya mengikuti sidang dari Rutan Kelas II B Nganjuk. (Dokumen Kejari Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Sidang lanjutan kasus korupsi dana desa (DD) Sugihwaras, Prambon dengan terdakwa Rudi Setiawan, 45, dan Sutrisno, 63, berlanjut kemarin. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu menghadirkan lima perangkat desa. Di depan majelis hakim, mereka membeberkan modus pemalsuan dokumen terkait DD oleh terdakwa.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk Andie Wicaksono mengungkapkan, lima saksi yang dihadirkan di PN Tipikor Surabaya kemarin merupakan perangkat desa dan mantan perangkat desa. “Ada dua (saksi, Red) yang sudah tidak menjabat perangkat,” ujar Andie tentang saksi yang dihadirkan kemarin.

Selama persidangan, pria yang juga menjadi jaksa penuntut umum (JPU) kasus korupsi DD itu mengaku akan menghadirkan 20 saksi. Mereka akan memberikan kesaksian di depan majelis hakim secara bertahap.

Baca juga: Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (5)

Terkait keterangan lima saksi yang dihadirkan kemarin, pria asal Mojokerto ini menyebut, para saksi memastikan jika Rudi dan Sutrisno memang melakukan pemalsuan dokumen. Di depan majelis hakim yang diketuai oleh Dede Suryaman, para saksi menerangkan jika dua terdakwa memalsukan laporan pertanggungjawaban (LPj) DD 2017.

Dua terdakwa, lanjut Andie, selama ini juga berperan melakukan pembelian barang-barang untuk sejumlah proyek menggunakan DD. Selain LPj yang palsu, saksi menyebut kop yang dibubuhkan di LPj dan dokumen lain juga palsu.

Dengan kesaksian para saksi tersebut, menurut Andie semakin menguatkan peran dua terdakwa. Yakni, membantu melancarkan perbuatan korupsi DD yang dilakukana mantan Kades Sugihwaras Heri “Kawul” Indiyanto. Dalam sidang sebelumnya, Rudi dan Sutrisno dijerat dengan pasal 15 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Seperti diberitakan, peran Rudi dan Sutrisno dalam kasus korupsi DD yang dilakukan Heri Kawul terungkap di persidangan. Majelis hakim PN Tipikor Surabaya memerintahkan JPU untuk menindaklanjuti keterangan keduanya.

Jika sebelumnya Rudi dan Sutrisno hanya berstatus sebagai saksi, keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2020 lalu. Perangkat dan mantan perangkat Desa Sugihwaras itu pun langsung dijebloskan ke Rutan Kelas II B Nganjuk.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news