Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Nekat Mudik di Kota Kediri, Ini Konsekuensinya...!

15 April 2021, 19: 45: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

ANTISIPASI: Ruang isolasi di Kelurahan Kemasan yang dipersiapkan untuk pemudik.

ANTISIPASI: Ruang isolasi di Kelurahan Kemasan yang dipersiapkan untuk pemudik. (REKIAN-jp radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Aturan larangan mudik bakal diterapkan ketat di Kota Kediri. Mereka yang nekat pulang kampung harus bersiap menjalani karantina terlebih dulu. Ruangan karantina itu telah disiapkan di setiap kantor kelurahan.

Kelurahan-kelurahan juga sudah  menyiapkan tempat itu mulai saat ini. Seperti di Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota. Di kelurahan ini ruang pertemuan disulap menjadi ruang isolasi. Lengkap dengan dua kasur.

“Dijaga lima orang dari unsur relawan, babinsa, dan linmas,” terang Kepala Kelurahan Kemasan Suntoro.

Baca juga: Arca Kepala Kala di Plosoklaten Diduga Bagian Candi Kecil

Penjagaan posko Covid-19 di Kelurahan Kemasan dibagi menjadi dua sif. Setiap sif diberi waktu selama delapan jam. Mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 23.00. Untuk penerapan karantina, Suntoro masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan tim gugus tugas percepatan penanggulangan (GTPP) Covid-19.

Selain disiapkan untuk karantina bagi warga yang ngotot mudik, posko tersebut juga digunakan oleh warga yang menjalani isolasi. Hanya, sejauh ini tak ada warga kelurahan yang menjalani isolasi mandiri.

Suntoro berharap warga di kelurahannya tetap disiplin menjalani protokol kesehatan (prokes). “Untuk tempat umum, kami sudah sediakan fasilitas tempat cuci tangan,” bebernya.

Juru Bicara GTPP Covid-19 dr Fauzan Adima membenarkan, pengawasan selama mudik Lebaran nanti akan diperketat. Hal itu untuk menghindari penambahan kasus baru.

Sejauh ini upaya dilakukan tidak hanya memperketat pengawasan bagi warga yang berada di tempat keramaian seperti pasar tetapi juga melaksanakan vaksin.

“Puasa ini vaksin tetap jalan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, penyebaran virus korona di Kota Kediri masih terus bertambah. Jumlahnya relatif stabil, rata-rata tiga orang setiap hari. Seperti kemarin, jumlah yang terpapar korona ada tiga orang dengan jumlah konfirmasi sebanyak 1.315 kasus. Dari jumlah tersebut, yang terpantau aktif positif korona sembilan orang.

Sedangkan angka kesembuhan mencapai 1.163 kasus. Yang menjadi catatan dan evaluasi selama ini adalah jumlah rata-rata pasien meninggal dunia. Hingga kemarin persentasenya mencapai 10,80 persen. Jumlah ini terbilang tinggi. Apalagi sampai saat ini zonanya masih oranye dengan skor 2,27 status risiko sedang.

Sementara itu, evaluasi GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri terhadap pembukaan tempat wisata akan dilakukan secara berkala. “(Evaluasi) akan dilakukan hingga beberapa hari mendatang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Adi Suwignyo.

Sejauh ini, di lokasi tersebut penerapan protokol kesehatan dijaga dengan ketat. Itu sudah terjadi mulai dari pintu masuk sampai area kawah. Bahkan, di wilayah kuliner telah tersedia tempat cuci tangan, penandaan kursi pengunjung, bahkan teguran lisan bagi pengunjung yang lalai menggunakan masker.

Untuk kondisi kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Kediri menunjukkan peningkatan. Kesembuhan tiap harinya berkisar 10 orang. Itu bisa dilihat sejak (11/4) telah ada 3,974 pasien sembuh, (12/4) ada 3,984 pasien sembuh dan (13/4) ada 3,990 pasien sembuh.

Sejalan, jumlah pasien di rumah sakit darurat RSIA Nuraini Pare jumlah pasien pun menuurun, total tersisa delapan pasien. “Perkembangan di RSD masyarakat yang membutuhkan masih bisa dilayani,” ujar Kepala RS Nuraini Yaya Mulyana. (rq/c2/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news