Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Sertifikasi AS-Eropa, Pemkab Kediri Segera Ekspor Beras Organik

Latih Petani Bikin Pupuk Sendiri

15 April 2021, 12: 35: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

PRAKTIK LANGSUNG: Petani Desa Kedawung, Kecamatan Mojo mempraktikkan pembuatan pupuk organik dengan bahan dari empon-empon dalam pelatihan pertanian organik, Selasa (13/4).

PRAKTIK LANGSUNG: Petani Desa Kedawung, Kecamatan Mojo mempraktikkan pembuatan pupuk organik dengan bahan dari empon-empon dalam pelatihan pertanian organik, Selasa (13/4). (DEWI AYU NINGTYAS-JP RADAR KEDIRI)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Keinginan Bupati Hanindhito Himawan Pramana agar bisa memasarkan beras organik hingga pasar internasional segera tercapai. Targetnya, tidak perlu waktu lama untuk melakukan ekspor.

Mendukung upaya itu, harus dilakukan penambahan lahan organik dan sosialisasi ke petani-petani se-Kabupaten Kediri.

Salah satu sasarannya adalah Desa Kedawung, Kecamatan Mojo. Kemarin (13/4), Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mendatangi desa yang rencananya akan menjadi salah satu desa inovasi tani organik (DITO), salah satu program unggulan dari Bupati Dhito.

Baca juga: Sesak Napas, Kakek 85 Tahun Asal Bujel, Mojoroto Gantung Diri

“Kami akan bantu hingga pemasaran. Tidak hanya waktu penanaman,” terang perempuan yang biasa dipanggil Mbak Dewi ini. Menurut Dewi, ditargetkan, dalam waktu dekat, akan ada ekspor beras organik ke luar negeri. Prosesnya pun sudah diupayakan.

Karena itu, pihaknya berencana semua kecamatan di seluruh Kabupaten Kediri bersedia untuk melaksanakan pertanian organik. “Saya sangat sangat berharap ke depan kabupaten Kediri menjadi lumbung pertanian organik nasional karena 80 persen lahan pertanian,” terangnya.

Kemarin, sejumlah 30 petani di Desa Kedawung, Kecamatan Mojo menjalani pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat (POD). Dalam kegiatan yang itu, para petani Gapoktan Kedawung Mulyo secara langsung mempraktikkan pembuatan pupuk dengan bahan organik yang ada di sekitar.Seperti tembakau, kangkung, rebung, kunyit, serai, dan lainnya.

Imam Bukhori, ketua Gapoktan Kedawung Mulyo mengatakan, antusias dengan kegiatan tersebut. Itu lantaran lahan pertanian di Desa Kedawung, Mojo bisa untuk tiga kali masa tanam yang mayoritas padi. “Meski demikian masih bisa untuk tanaman jenis lain,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kebupaten Kediri Anang Widodo mengatakan, saat ini sedang dalam proses persiapan untuk ekspor beras organik. Sejauh ini sudah selesai audit ke pasar internasional. “Untuk sertifikasi wilayah Eropa dan Amerika,” katanya.

Lanjut Anang, lokasi lahan untuk pertanian organik tersebar wilayah Kandangan, Kepung, Badas, Purwoasri, Plemahan, dan Semen. Terkait dengan penyebarannya tersebut, dia mempertimbangkan sumber daya manusia (SDM) yang ada dan tersebarnya lokasi akan mempengaruhi pengaruh petani lain untuk ikut serta. (c2/dea)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news