Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Salat Tarawih Harus Terapkan Prokes Ketat

14 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

RAPI: Jamaah salat Asar di Masjid Agung Baitussalam Nganjuk menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan ibadah kemarin. Hal serupa diharapkan diterapkan saat salat tarawih di seluruh wilayah Nganjuk. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemkab Nganjuk memberi lampu hijau pelaksanaan salat tarawih selama Ramadan. Syaratnya, jamaah harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin. Dia mengungkapkan, pemkab memang tidak melarang pelaksanaan salat tarawih dan ibadah lainnya. Tetapi, takmir masjid diminta menerapkan prokes. “(Penerapan prokes, Red) untuk mencegah penularan Covid-19,” katanya. 

Prokes yang dimaksud, lanjut Yasin, jamaah diwajibkan untuk memakai masker. Tidak hanya itu, mereka juga harus membawa hand sanitizer. Selebihnya, saat beribadah jamaah juga harus diberi jarak.

Baca juga: 4 Bulan, 6 Kasus Persetubuhan

Korona

Perkembangan Covid-19 di Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Setidaknya, jarak antarjamaah minimal satu meter. Dengan cara demikian, potensi penularan Covid-19 bisa dicegah. “Ibadahnya dapat, sehatnya juga dapat,” lanjut Yasin berharap masyarakat bisa menaatinya.

Pantauan koran ini, penerapan protokol di tempat peribadatan relatif berjalan. Terutama di perkotaan. Seperti yang terlihat di Masjid Agung Baitussalam, Kota Nganjuk kemarin. Puluhan jamaah yang mengikuti salat Asar kompak memakai masker. Jamaah juga melaksanakan salat dengan mengambil jarak yang relatif lebar.

Jika pelaksanaan salat di perkotaan sudah relatif tertib, di pedesaan masih ada sebagian yang belum disiplin secara penuh. Terkait fakta tersebut, Yasin berharap semua lapisan masyarakat bisa menerapkan prokes secara disiplin. “Ini (penerapan protokol kesehatan, Red) semua demi kebaikan bersama,” tandasnya.

Terpisah, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengingatkan agar masyarakat tak lengah menerapkan prokes. Sebab, kasus Covid-19 di Nganjuk masih terus bertambah. Meski penambahan kasus tiap harinya berfluktuasi.

“Hari ini (kemarin, Red) ada penambahan 11 orang terkonfirmasi dan 20 orang dinyatakan sembuh,” terang pria berkacamata tersebut sembari menyebut ada salah satu pasien yang meninggal dunia. Yakni, pria berusia 48 tahun asal salah satu desa di kecamatan Berbek. Dia meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Nganjuk sejak Jumat (9/4) lalu.

Dengan fakta tersebut, Hendri menegaskan jika penerapan prokes tidak hanya perlu diterapkan oleh jamaah saat melaksanakan ibadah. Melainkan juga saat beraktivitas di luar rumah.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news