Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Honor THL Tiga Bulan Belum Cair

OPD Harus Berutang untuk Beli ATK

13 April 2021, 12: 47: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

THL

THL (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tenaga harian lepas (THL) yang bekerja di puluhan kantor kelurahan di Kota Angin mengeluhkan honor yang terlambat cair. Hingga pertengahan April ini, mereka belum menerima gaji untuk bulan Januari-Maret.

Salah satu sumber koran ini yang juga THL kelurahan di Kecamatan Nganjuk mengungkapkan, biasanya mereka menerima gaji setiap akhir bulan. “Gaji Januari dibayarkan awal Februari. Begitu seterusnya,” ujar pria yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu.

Keterlambatan, lanjutnya, tidak hanya terjadi pada gaji bulan Januari. Melainkan juga untuk bulan Februari dan Maret. Hingga pertengahan April ini mereka masih belum menerima tiga bulan honor yang tertunggak.

Baca juga: Anggarkan Bangunan Permanen di PAK

Meski jumlah honor yang diterima tiap bulan itu masih jauh di bawah UMK, dia mengaku sangat menunggu pencairannya. “Untuk kebutuhan sehari-hari ya hanya dari honor itu,” keluhnya.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, selain honor para THL di kelurahan, honor THL di OPD lain juga banyak yang belum cair. Termasuk honor THL di sekretariat Pemkab Nganjuk.

Ay, salah satu THL di sekretariat mengatakan, dirinya juga belum menerima honor untuk alokasi Januari hingga Maret. “OPD lain ada yang sudah cair awal April ini. Saya masih belum,” terangnya.

Pegawai perempuan itu menegaskan, honor yang diterima tiap bulan biasanya digunakan untuk menambah kebutuhan sehari-hari. Dengan belum cairnya honor tersebut, dia harus berhemat.

Dia berharap kondisi yang berlarut-larut hingga April ini bisa segera diselesaikan. “Sumber pendapatannya hanya dari sini (honor, Red). Karena kurang yang harus menghutang juga,” imbuhnya.

Untuk diketahui, selain honor THL yang belum cair, sejumlah OPD hingga kelurahan juga masih belum bisa memenuhi kebutuhan rutin mereka. Sebab, anggaran belum bisa dicairkan. Akibatnya, tidak sedikit yang terpaksa berutang atau menomboki lebih dulu untuk membeli alat tulis kantor (ATK).

“Tombok dulu. Bagaimana lagi, kebutuhan rutin kan tidak bisa lagi ditunda,” tutur salah satu kepala OPD di Pemkab Nganjuk yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan.

Jika mereka menunggu pencairan anggaran daerah, kegiatan OPD hampir dipastikan vakum. Sebab, kebutuhan ATK adalah salah satu item yang tidak bisa ditunda.

Sementara itu, jika OPD hanya kesulitan membayar kebutuhan ATK, kelurahan juga kesulitan membayar kebutuhan rutin operasional kantor lainnya. Salah satunya untuk membayar listrik dan internet. “Ada 15 kelurahan di Nganjuk, ditambah Tanjunganom dan Warujayeng. Semua belum,” jelas salah satu lurah di Kabupaten Nganjuk sembari menyebut pengeluaran rutin tiap bulan sekitar Rp 10 juta.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kartimah yang dikonfirmasi terkait belum cairnya honor THL dan anggaran rutin OPD menjelaskan, dirinya masih harus melakukan pengecekan terlebih dahulu. Dia khawatir ada kesalahan teknis yang kemungkinan saja bisa terjadi.

“Saya perlu cek dulu takut salah. Kemungkinan terkait SIPD (sistem informasi pembangunan daerah) yang belum lancar,” aku perempuan berkerudung tersebut.

Kartimah mengungkapkan, gaji THL, listrik, dan kebutuhan rutin lainnya bisa dicairkan dengan manual. Tanpa perlu menggunakan aplikasi yang ada. “Seingat saya minggu lalu juga sudah ada kelurahan yang mengajukan pencairan,” pungkasnya.

Anggaran Pemkab Tersendat:

-Honor tenaga harian lepas (THL) di kelurahan dan OPD selama tiga bulan belum cair

-Keterlambatan disinyalir akibat penerapan SIPD tahun ini

-Keterlambatan pencairan juga terjadi untuk kebutuhan rutin OPD dan kelurahan

-Menyiasati agar kegiatan tetap berjalan, OPD dan kelurahan terpaksa berutang atau menomboki lebih dulu

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news