Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Raup Omzet Ratusan Ribu Tiap Hari

13 April 2021, 12: 25: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

Bunga

DIBURU: Indra Yeni, 36, salah satu pedagang bunga tabur di perempatan Terminal Lama Kelurahan Mangundikaran mengangin-anginkan dagangannya agar tetap segar.    (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tradisi ziarah makam alias menyekar jelang Ramadan masih kental di masyarakat. Akibatnya, omzet penjual bunga tabur melejit selama seminggu terakhir. Dalam sehari tidak sedikit penjual yang bisa mengantongi hampir Rp 1 juta dalam sehari.

Pantauan koran ini kemarin, ada lebih dari 30 penjual bunga tabur yang membuka lapak di sekitar perempatan Terminal Lama Kelurahan Mangundikaran. Padahal, biasanya di sana hanya ada beberapa pedagang saja. Puluhan pedagang musiman itu sengaja adu keberuntungan jelang Ramadan yang jatuh hari ini. “Dulunya tukang pijat. Baru tahun ini jualan (bunga tabur, Red),” ujar Indra Yeni, 36, salah satu penjual bunga.

Perempuan berjilbab itu mengaku hanya berjualan bunga jelang puasa dan lebaran saja. Dia juga baru membuka lapak sejak empat hari lalu. Momen Ramadan sengaja dipilih oleh warga Rejoso itu untuk berjualan karena tingginya permintaan bunga tabur.

Baca juga: DPRD Gelar Rapat Paripurna LKPj Bupati

Dalam sehari, Indra mengaku mengumpulkan omzet sekitar Rp 900 ribu. Jauh lebih besar dari upah yang dikumpulkannya sebagai tukang pijat. “Biasanya hanya memijat kalau ada panggilan saja,” lanjutnya.

Jika Indra baru berjualan beberapa hari, tidak demikian dengan Tutik, 35. Perempuan asal Desa Candirejo, Loceret itu mengaku sudah mulai jualan sejak lima tahun silam. Hanya saya, setiap harinya dia berjualan di Pasar Wage. Hanya jelang Ramadan saja dia membuka lapak di Terminal Lama.

Seperti halnya Indra, Tutik mengaku mendapat omzet antara Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu setiap harinya. “(Bunga tabur laris, Red) ini berkah Ramadan,” celetuknya sembari melayani pembeli.

Penjualan bunga tabur tahun ini memang membuat para pedagang semringah. Meski tak sebesar sebelum terjadi pandemi Covid-19, omzet tahun ini sudah jauh lebih besar dibanding tahun lalu. “Tahun lalu sepi. Hampir tidak ada pembeli,” sahut Sukarti, 55, pedagang bunga asal Desa Kalangan, Loceret.

Seperti teman-temannya, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu akan menekuni pekerjaannya saat Ramadan atau mulai hari ini. Sebab, penjualan bunga sudah mulai sepi lagi. Selebihnya, dia akan kembali berjualan jelang lebaran.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news