Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pemohon KIA Lebihi Target

12 April 2021, 14: 51: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

BERCENGKERAMA: Dua bocah bercanda di depan rumahnya. Dispendukcapil terus menggencarkan penerbitan kartu identitas untuk anak-anak seperti mereka.

BERCENGKERAMA: Dua bocah bercanda di depan rumahnya. Dispendukcapil terus menggencarkan penerbitan kartu identitas untuk anak-anak seperti mereka. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Hasrat warga Kabupaten Kediri melengkapi anak-anaknya dengan kartu identitas anak (KIA) sangat tinggi. Setiap bulan selalu terjadi penambahan permohonan. Bahkan, target jumlah pemohon pun melebihi proyeksi.

Pada tiga bulan awal tahun ini belasan ribu KIA yang sudah tercetak. Sejak Januari hingga Maret pihak dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) sudah mencetak belasan keping KIA.

Berdasarkan data dispendukcapil, pada tiga bulan pertama ini sudah tercetak 11.403 keping KIA. Rinciannya pada Januari tercetak 2.951 keping, Februari tercetak 3.535 keping, dan Maret sebanyak 4.917 keping.

Baca juga: Menanti Progres Ringroad Kediri

“Di tiga bulan pertama tahun ini terjadi penambahan sekitar 500 keping KIA dibanding periode sama tahun lalu,” jelas Kepala Dispendukcapil Wirawan.

Bila kondisi ini berjalan konstan hingga akhir tahun, jumlah pencetakan KIA bisa sedikit melewati pencapaian tahun lalu. Pada 2020 itu dispendukcapil bisa mencetak 33.254 keping KIA.

Pengadaan KIA berbeda dengan KTP. Penyediaan kepingnya tak bergantung pada Pemerintah Pusat. Dispendukcapil bisa melakukan pengadaan sendiri. Saat ini pengadaannya telah terealisasi sebanyak 130 ribu keping.

“(Terealisasinya) akhir tahun lalu, sekitar bulan November,” terang Wirawan.

Wirawan menambahkan, sebenarnya jumlah pencapaian pembuatan KIA bisa melebihi dari saat ini. Namun, saat ini dispendukcapil masih membatasi gerak. Hal ini terkait situasi yang masih dalam kondisi pandemi.

Salah satu yang dibatasi adalah program pengurusan KIA masuk ke sekolah. Program ini bahkan diurungkan pelaksanaannya. Meskipun demikian arus permintaan KIA diimbangi dengan pelayanan online dan pelayanan keliling.

“Antrean panjang itu (terjadi) pada (pengurusan) KIA dan KTP,” aku pria yang dikenal ramah ini.

Pihak dispendukcapil pun berusaha mengantisipasi antrean panjang itu. Yaitu dengan layanan keliling. Sabtu (10/4) misalnya, mereka mengirimkan mobil layanan keliling ke Desa Manggis, Kecamatan Puncu. Layanan keliling itu khusus untuk pemohon KIA sehari jadi.

Hal itulah yang membuat jumlah pemohon melebihi target. Dalam sehari dispendukcapil bisa menjaring 75 orang pemohon per hari untuk berbagai pengurusan dokumen.

Terkait dengan permohonan KIA, Wirawan menerangkan untuk anak yang berumur di bawah tahun diperbolehkan tidak memakai foto. Namun untuk anak umur di atas tiga tahun dan memasuki masa sekolah diharuskan menyertakan foto.

Masyarakat menyambut baik upaya dispendukcapil itu. Mereka antusias mengikuti program tersebut. Dodi, 36, warga Dusun Pandan Arum, Desa Kedak Semen, mengatakan, saat ini anak pertamanya ini telah mendapatkan KIA. Itu sudah sejak 2019 lalu.

 “Sudah punya kartu identitas anak seperti KTP. Kalau diperlukan sudah tidak repot,” katanya. (c2/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news