Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Tak Ada Lonjakan Harga Tomat

Terserang Hama, Tak Pengaruhi Hasil Panen

12 April 2021, 14: 47: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

RANUM : Pedagang tomat di Pasar Grosir Buah dan Sayur Kota Kediri menata dagangannya di lapaknya kemarin.

RANUM : Pedagang tomat di Pasar Grosir Buah dan Sayur Kota Kediri menata dagangannya di lapaknya kemarin. (Habibah Anisa Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Tak semua harga komoditas merangkak naik menjelang masuknya bulan suci Ramadan ini. Misalnya adalah harga tomat. Harga buah yang bisa dimakan langsung maupun dijadikan sayur ini relatif stabil hingga kemarin. Tak ada lonjakan harga.

“Kalau Januari sempat ada kenaikan. Sekarang ini masih stabil,” terang Yeni, seorang pedagang tomat di Pasar Grosir Buah dan Sayur Ngronggo kemarin.

Harga tomat di pasaran saat ini senilai Rp 3.500 per kilogram. Harga ini sudah bertahan sejak akhir Maret.

Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus yang Hidup Telantar

Tomat memang smepat melonjak harganya pada awal Januari. Saat itu per kilogram mencapai Rp 11 ribu.

Namun kenaikan harga tomat pada awal tahun tidak berlangsung lama. Saat itu harga tomat naik hanya bertahan selama dua minggu. Tidak lama kemudian harga berangsur turun lagi. Faktor normalnya pasokan menjadi penyebab normalnya harga.

“Ini harga turun karena permintaan masih sepi,” kata Yeni.

Karena permintaan pembeli turun, imembuatnya tidak berani memasok tomat dalam jumlah banyak. Dalam satu hari, lak-laki berusia 26 tahun ini hanya membawa sekitar tiga kuintal. Namun ketika permintaan banyak, dalam satu hari ia dapat membawa sebanyak lima hingga enam kuintal. Untuk asal tomat, Yeni mengatakan bahwa dia mengambil dari daerah Ngancar, Kabupaten Kediri.

Masih menurut Yeni, tomat mirip dengan cabai. Komoditas ini juga rentan terkena serangan penyakit. Kondisi itu juga mempengaruhi hasil panen.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Arahayu Setyo Adi menjelaskan, selama musim hujan banyak tanaman hortikultura yang rentan terkena serangan hama dan penyakit. “Karena rentan terhadap hama dan penyakit, ini jadi mempengaruhi produksi,” terang Adi yang dihubungi melalui telepon.

Selain itu untuk tanaman tomat, para petani di Kabupaten Kediri tidak menanam secara merata. Kebanyakan petani menanam tomat sebagai tanaman selingan. “Akibat mulai memasuki hujan menyebabkan tanaman yang terserang hama. Akan tetapi serangan penyakit ini belum berpengaruh dengan hasil panen,” ungkap Adi. (ara/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news