Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Wisata Dibuka tapi Prokes Diterapkan dengan Ketat

Kunjungan Bupati Dhito ke Gunung Kelud

08 April 2021, 13: 50: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

PANTAU LANGSUNG: Bupati Hanindhito Himawan Pramana saat berkomunikasi dengan para pelaku wisata Gunung Kelud.

PANTAU LANGSUNG: Bupati Hanindhito Himawan Pramana saat berkomunikasi dengan para pelaku wisata Gunung Kelud.

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Gunung Kelud merupakan salah satu ikon Kabupaten Kediri dan menjadi destinasi wisata yang dikunjungi banyak wisatawan. Namun selama pandemi, Pemkab Kediri menutup tempat wisata ini sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19. Sabtu (3/4), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyempatkan diri berkunjung dan melihat apakah obyek wisata ini bisa dibuka kembali untuk masyarakat.

Dengan didampingi salah satu pengurus Gunung Kelud yaitu Dul Rokhim, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri tersebut berkeliling melihat potensi dan bertanya apa yang menjadi uneg-uneg pengelola wisata di tempat ini.

“Rencana dalam waktu dekat tempat wisata Gunung Kelud akan kita buka kembali, setelah kita koordinasi dengan beberapa pihak seperti dari Kepolisian, TNI maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi dan untuk Kabupaten Kediri juga pada posisi zona oranye," kata Mas Bup.

Baca juga: Kampung Lukis Desa Dawung, Penyaluran Kegelisahan Para Seniman

Bupati Hanindhito Himawan Pramana saat memantau langsung puncak Kelud Sabtu (3/4).

Bupati Hanindhito Himawan Pramana saat memantau langsung puncak Kelud Sabtu (3/4).

Dengan adanya izin dibukanya wisata Gunung Kelud tersebut, Bupati Dhito berharap baik pengelola maupun masyarakat dapat menaati aturan-aturan yang ada termasuk dalam penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya, ada beberapa keluhan dari pihak pengelola yaitu lokasi lahan parkir yang menjadi kendala dan itu menjadi PR untuknya. “Yang pasti dalam waktu dekat apabila lokasi ini sudah mendapatkan izin untuk dibuka kembali, mengingat masih situasi pandemi covid-19, maksimal kita batasi sekitar 50 persen dari kapasitas pengunjung," tambah Mas Dhito.

Bupati Dhito kemudian berharap pihak pengelola dapat mentaati peraturan tersebut dan saya tidak mau mendengar muncul kluster-kluster baru Covid-19. Dan apabila aturan ini dilanggar, maka sanksinya sangat tegas, wisata tersebut akan ditutup kembali. (kominfo/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news