Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Berhasil Panen Kurma Degled Noor

Tidak Maksimal karena Musim Penghujan

08 April 2021, 12: 10: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

BERBUAH: KH Mustain Anshori sedang memotong dahan kurma yang dipanen kemarin (6/4).

BERBUAH: KH Mustain Anshori sedang memotong dahan kurma yang dipanen kemarin (6/4). (Habibah A Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pohon kurma yang dibudidayakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu KH Mustain Anshori berhasil dipanen kemarin (6/4). Lokasi panennya berada di salah satu rumah santri yang berada di Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten. “Kurma yang baru berbuah ini berusia 3,5 tahun,” terang Kiai Anshori.

          Pohon kurma yang ditanam di salah satu rumah santri diletakkan di halaman belakang rumah. Pohon kurma ini ditanam dekat kandang kambing. Sehingga hal ini diduga menjadi salah satu pohon kurma yang berbuah dengan cukup  bagus.

          Dari 87 pohon kurma yang ada, masih ada beberapa yang berhasil hingga panen. Selama ini, sebagian besar sudah mulai berbunga dan berbuah. Namun sayang, masih belum semua berbuah dengan baik. “Salah satu faktor penyebab adalah cuaca, hujan membuat kurma mudah rontok,” imbuhnya.

Baca juga: Istri Melacur, Suami Menonton

Untuk rasa, kurma ini jenis Degled Noor yang berasal dari Tunisia, yang rasanya cocok di lidah orang Indonesia. Karena ketika matang, kurma ini rasanya manis seperti buah sawo.

          Anshori mengatakan bahwa dalam penelitiannya kurma jenis Degled Noor diberi kode 075. Untuk menanam hingga proses panen memang memerlukan waktu yang tidak sedikit. Semula biji kurma dengan kode 075  baru dikecambahkan pada 15 Oktober 2017.  Setelah menunggu sekitar 3,5 tahun, kurma yang berbuah berhasil dipanen. “Riset ini sengaja dilakukan karena biasanya pohon kurma banyak dibudidayakan di Timur Tengah,” ungkapnya.

          Dalam riset yang dilakukan, Anshori memang melibatkan banyak warga untuk bercocok tanam. Tanaman tersebut nantinya ditanam di lahan mereka sehingga dilakukan evaluasi. Dengan adanya riset kurma ini, diharapkan tumbuh dengan baik. “Untuk menguji kembali, saya memerlukan waktu sekitar dua tahun,” pungkasnya. (ara/dea)

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news