Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Kampung Lukis Desa Dawung, Penyaluran Kegelisahan Para Seniman

Pengunjungnya Mulai Kapolda hingga Kapolri

08 April 2021, 12: 01: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

GORES: Dua pelukis tengah berkarya di Kampung Lukis Desa Dawung, Ringinrejo kemarin.

GORES: Dua pelukis tengah berkarya di Kampung Lukis Desa Dawung, Ringinrejo kemarin. (ILMIDZA AMALIA NADZIRA - radarkediri.id)

Share this          

Tak hanya Bali dan Jogjakarta yang punya segudang seniman handal. Di pelosok Kabupaten Kediri ini juga dikenal sebagai gudangnya pelukis-pelukis berbakat.

-------------------------------------------

ILMIDZA AMALIA NADZIRA, KABUPATEN, JP Radar Kediri

Baca juga: Bingung Gaji, Rencana Perekrutan P3K Masih Rancu

-------------------------------------------

Kampung Lukis. Begitulah kebanyakan orang menyebutnya. Didirikan oleh seorang pelukis bernama Ruslan, 45, warga Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo. Tempatnya, di samping rumah sang pendiri. Di satu ruangan panjang mirip aula yang bergerbang warna biru dan berkeramik putih.

Begitu masuk area Kampung Lukis mata akan disuguhi deretan lukisan berbagai aliran. Mulai naturalis, realis, surealis, hingga abstrak. Juga ada sketsa wajah dan lukisan karikatur. Lukisan-lukisan itu karya para seniman lukis dari wilayah eks-Karesidenan Kediri.

Tak hanya lukisan yang terpajang, para pelukisnya juga terlihat. Mereka sibuk menggoreskan kuasnya ke kanvas yang ada di depannya. Sesekali mengontrol kuas, kemudian mencelupkan ke kaleng berisi air. Setelah itu ganti dicelupkan ke wadah berisi cat akrilik.

Kampung Lukis itu awalnya adalah sanggar bagi mereka. Baik pelukis yang sudah mahir maupun yang tengah belajar. Mereka menjadikannya sebagai Kampung Lukis karena dipicu kegelisahan melihat kecilnya regenerasi.

“Kami ingin nantinya di sini sebagai sentra lukis. Jadi selain menjadi tempat berkumpulnya para pelukis nanti akan ada pendidikan lukis di sini,” kata Shohibbudin Rizal, sang ketua Kampung Lukis.

Selama ini belum ada sentra lukisan di Kediri. Karena itu upaya mereka itu untuk melestarikan karya-karya para pelukis.Terutama agar bisa melakukan regenerasi. Mereka tak hanya memamerkan lukisan saja tapi juga membuka pendaftaran bagi yang berminat belajar. Mulai dari anak kecil usia taman kanak-kanak hingga dewasa.

“Apalagi anak-anak yang memang mempunyai potensi, bisa dikembangkan di sini. Supaya Kampung Lukis ini semakin bisa mencetak generasi pelukis handal di Jawa Timur, khususnya Kediri,” harap Shohib.

Kampung Lukis ini juga baru saja mendapatkan izin dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusi (Kemenkum HAM). Kini, mereka tengah memproses urusan legalitas yang lain agar aktivitasnya semakin mudah.

Bila seluruh urusan legal itu tuntas, Kampung Lukis akan semakin dikembangkan. Tak hanya di area sanggar tapi juga hingga mencakup ke area desa. Jalanan dan dinding-dinding rumah akan dihiasi dengan lukisan.

“Supaya orang akan semakin tahu, oh di sini itu Kampung Lukis,” imbuhnya.

Saat ini, pelukis yang tergabung di Kampung Lukis sekitar 25 orang. Termasuk pengurus, konten kreator, dokumentasi, dan dewan harian. “Jadi kami usahakan, ketika ada pelukis yang sedang melukis atau ada event pameran lukisan di mana saja akan kami dokumentasi untuk pembuatan konten. Nanti rencananya akan ada akun Youtube sebagai upaya pengenalan Kampung Lukis,” ujarnya.

Meskipun belum merambah hingga ke satu desa, Kampung Lukis sudah mendapat perhatian dari para pejabt. Beberapa nama tenar sudah pernah mampir ke sini. Sebut saja Kepala Densus 88 Irjen Pol Martinus Hukom, Kapolda jatim Irjen Nico Afinta, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kemarin, Kapolres Kediri Kota  AKBP Eko Prasetyo juga terlihat mendatangi Kampung Lukis. Ditemani oleh Kasatlantas AKP Arpan. Keduanya, dengan masih menggunakan seragam, terlihat mengamat-amati berbagai lukisan yang dipajang.

“Jadi sudah banyak lukisan kami yang dibeli oleh orang-orang penting seperti mereka,” ujar Shohib.

Tenarnya nama Kampung Lukis tak lepas dari kemampuan para pelukisnya. Berbagai event pameran lukis mereka ikuti. Mulai dari pameran nasional hingga mancanegara. “Pembeli lukisan kami memang kebanyakan pecinta seni, dari Amerika, Malaysia, dan Singapura. Mereka tidak main-main untuk merogoh uangnya hanya untuk membeli hasil karya kami,” tutur pria berkaca mata itu.

Sebagai ketua Kampung Lukis, Shohib berharap di tengah pandemi yang merebak, para pelukis tetap semangat dan tidak berhenti membuat karya terbaiknya. “Toh kebanyakan dari kami menjadikan pelukis ini sebagai pekerjaan utama. Dan Alhamdulillah kami tetap bertahan meski dalam masa pandemi,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news