Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Waspadai Cuaca Ekstrem

BMKG Keluarkan Peringatan Curah Hujan Tinggi

08 April 2021, 11: 34: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

DEBIT AIR TINGGI: Anak-anak sedang bermain di tanggul air Dusun Bukaan, Desa Keling, Kecamatan Kepung kemarin sore.

DEBIT AIR TINGGI: Anak-anak sedang bermain di tanggul air Dusun Bukaan, Desa Keling, Kecamatan Kepung kemarin sore. (Habibah A Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kediri dan sekitarnya harus ekstrawaspada dalam beberapa hari ini. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan data terkait peningkatan intensitas curah hujan. Bahwa Kediri menjadi salah satu daerah dengan curah hujan tinggi. Akibat terjadi gangguan atmosfer yang berdampak peningkatan intensitas curah hujan di Jatim.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Slamet Turmudi mengatakan bahwa berdasarkan perkiraan satu minggu ke depan cuaca ekstrim masih terjadi. “Untuk masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana diminta untuk tetap waspada,” ungkap Slamet.

Curah hujan yang tinggi akan disertai petir dan angin kencang. Untuk itu, masyarakat diminta tetap waspada dan berhati-hati di lokasi manapun. Terutama terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Karena kejadian tersebut, tidak hanya terjadi ketika berada di rumah. Namun juga dapat terjadi ketika sedang berada di jalan, atau tempat wisata yang berbasis alam.

Baca juga: Warga Serahkan Temuan Fosil Tanduk Bovidae

“Diusahakan ketika hujan lebat diusahakan jangan berteduh di bawah pohon,” imbuhnya. Terutama dengan pohon yang sudah kondisinya sudah lapuk. Hal ini meminimalisir agar tidak menjadi korban pohon tumbang.

Kemudian dengan kondisi potensi hujan yang tinggi, di Kabupaten Kediri terdapat beberapa titik yang rawan mengalami tanggul longsor atau jebol. Di Kecamatan Tarokan, ada Desa Jati, Cengkok, dan Sumberduren. Sementara di Kecamatan Banyakan, ada Desa Ngablak, dan Maron. Untuk wilayah Kecamatan Semen ada Desa Bulu. Sementara di Kecamatan Kandangan daerah rawan adalah Desa Kandangan dan Desa Jerukwangi. “Untuk lokasi rawan tersebut sudah sering dilakukan pemantauan,” ungkap Slamet.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan, untuk saat ini kondisi tanggul masih dalam keadaan baik. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada dengan bencana yang dapat datang tanpa dapat diprediksi.

Masih kata Slamet, salah satu tanggul yang longsor akibat hujan berada di Desa Kalipang, Kecamatan Tarokan. Akibat curah hujan yang tinggi membuat debit air sungai menjadi tinggi membuat plengsengan tergerus akhirnya longsor. “Saat ini tanggul di Kalipang sudah hampir selesai,” kata Slamet.

          Tepatnya di Dusun Kalibago terdapat lima titik tanggul yang mengalami longsor. Selain dikarenakan arus air yang tinggi memang disebabkan retakan. (ara/dea)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news