Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Warga Serahkan Temuan Fosil Tanduk Bovidae

Jadi Koleksi Baru Museum Anjuk Ladang

08 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Prasejarah

BENDA PURBAKALA: Untung, 50,  menyerahkan fosil yang diduga tanduk Bovidae kepada Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum, dan Kepurbakalaan Amin Fuadi (kanan) pada Senin (5/4) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Koleksi benda purbakala di museum Anjuk Ladang bertambah lagi. Ini setelah Senin (5/4) lalu Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk menerima fosil tanduk bovidae yang ditemukan oleh Untung, 50, warga Desa Ngadiboyo, Rejoso.

Berdasarkan keterangannya, fosil ditemukan di petak 49 RPH Turi, BKPH Tritik, Rejoso pada 2018 silam. Fosil sepanjang sekitar 20 sentimeter (cm) itu ditemukan saat Untung mencari rumput di lokasi tersebut. “Tidak sengaja waktu itu,” ujar Untung.

Awalnya dia merasa bingung dengan temuan tersebut. Akhirnya diputuskan untuk membawa pulang fosil ke rumahnya. Setelah itu dia berusaha mencari informasi terkait benda yang ditemukannya.

Baca juga: Tolak Puluhan Pengajuan Adminduk

Dia baru menemukan titik terang setelah bertemu dengan Susilo, 51, salah seorang pegawai Perhutani Nganjuk. Susilo menyarankan Untung agar menyerahkan temuan ke Disparporabud Nganjuk.

“Sebenarnya sudah mau saya serahkan, tetapi kelupaan terus,” lanjut pria yang rambutnya telah dipenuhi uban itu tentang temuan fosilnya sejak tiga tahun silam.

Setelah lama tertunda, Untung menyerahkan fosil yang diduga tanduk bovidae jenis banteng itu ke museum Anjuk Ladang. Penyerahan diwakili oleh Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum, dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi.

Amin menjelaskan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan museum Anjuk Ladang terkait temuan tersebut. Dilihat dari bentuknya, dimungkinkan fosil itu merupakan bovidae dari banteng. Umurnya sekitar 300 ribu hingga 900 ribu tahun sebelum masehi.

Amin mengaku mengapresiasi pihak-pihak yang memiliki kepedulian tinggi dengan sejarah di Kota Angin. Salah satunya dengan menyerahkan temuan serupa ke disparporabud atau museum.

“Temuan semacam ini memiliki nilai edukasi yang sangat besar. Saya berharap semua pihak dapat turut menjaga dan melestarikan juga,” pinta pria yang tinggal di Kelurahan Begadung, Kota Nganjuk tersebut.

Sementara itu, Susilo yang turut menyaksikan penyerahan fosil Senin lalu mengaku senang. Menurut pria yang juga aktif di Kominitas Pecinta Sejarah Nganjuk (Kota Sejuk) ini, benda tersebut akan lebih bermanfaat jika dikelola museum. “Warga lain bisa menikmati temuannya dan bisa jadi sarana edukasi juga,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news