Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tolak Puluhan Pengajuan Adminduk

Mayoritas karena Dokumen Tidak Terbaca Jelas

08 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Slambas

PANTAU PELAYANAN: Plt Kadispendukcapil Slamet Basuki mengecek aplikasi adminduk daring di ruang kerjanya. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Aplikasi administrasi kependudukan (adminduk) daring telah dioperasionalkan sejak Senin (5/4) lalu. Tiga hari berjalan, ada ratusan warga yang mengurus secara online. Puluhan di antaranya ditolak oleh verifikator karena dokumen tidak terbaca jelas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Nganjuk Slamet Basuki mengungkapkan, hingga kemarin total ada 122 orang yang mengurus berkas adminduk daring tersebut. Meski demikian, tidak semua bisa diproses. “Ada 61 pengajuan yang kami (verifikator dispendukcapil, Red) nyatakan ditolak,” ujar pria yang akrab disapa Slambas itu.

Dispendukcapil, lanjut Slambas, terpaksa menolak pengurusan dari puluhan orang tersebut karena beberapa alasan. Di antaranya, dokumen yang menjadi syarat pengajuan kurang lengkap, keliru, atau tidak terbaca.

Baca juga: BPOM Akan Intensifkan Sidak Jelang Ramadan

Slambas menjelaskan, pengurusan berkas bisa diproses jika tiga syarat itu telah terpenuhi. Yaitu dokumen lengkap, benar, dan terbaca dengan jelas. Jika ada satu syarat tidak terpenuhi, verifikator akan menolaknya.  “Alasan terbanyak kami menolak karena dokumen yang diunggah tidak terbaca dengan jelas,” terang pria berkacamata tersebut.

Dokumen tidak terbaca bisa karena pemindai kurang memadai atau kualitas berkas yang telah usang. Dia mengakui, tidak semua pemindai di tiap kecamatan spesifikasi dan kualitasnya memadai.

Karenanya, dispendukcapil telah mengajukan pengadaan sarana dan prasarana tersebut. Selain pemindai atau scanner, pihaknya juga mengajukan pengadaan komputer, printer, dan bandwidth internet.

Sementara itu, terkait penolakan dokumen, menurut Slambas masyarakat bisa melakukan perbaikan. “Tidak perlu mengulang pengurusan dari awal. Cukup dibetulkan bagian yang salahnya saja,” imbuh Slambas.

Untuk diketahui, hingga kemarin ada 43 dokumen yang sedang diproses pengurusannya oleh dispendukcapil. Selebihnya, ada 17 berkas yang dinyatakan selesai. Hasil pengurusan adminduk daring tersebut akan dikirimkan dalam bentuk soft file melalui pesan WhatsApp atau email pemohon.

“Selain KTP (kartu tanda penduduk) dan KIA (kartu identitas anak) masyarakat dapat mencetak dokumen secara mandiri ketika dibutuhkan. Seperti halnya KK (kartu keluarga),” tandas Slambas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news