Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Masih Tunggu Penetapan Lokasi Tol

Dampak Tol Harus Diantisipasi Sejak Awal

07 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TOL

SOSIALISASI: PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Nganjuk – Kediri Muh Hidayat Satria Adi melakukan paparan di Pemkab Nganjuk akhir Maret lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Realisasi pembangunan jalan tol Nganjuk-Kediri masih membutuhkan jalan yang panjang. Meski pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah melakukan sosialisasi pada akhir Maret lalu, tahapan pembangunan jalan bebas hambatan itu baru bisa dimulai setelah penetapan lokasi (penlok) dari Pemprov Jatim turun.

Kepala Bappeda Nganjuk Suharono melalui Sekretaris Bappeda Muji Subagya mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan di Pemkab Nganjuk akhir Maret lalu terkait rencana penlok. “Setelah sosialisasi itu baru akan diajukan penlok ke provinsi,” ujarnya.

Lebih jauh Muji menjelaskan, sesuai tahapan, setelah mendapat pengajuan penlok, tim provinsi akan turun ke lokasi. Selanjutnya, penlok baru bisa turun setelah dilakukan survei tersebut.

Baca juga: Satreskrim Akan Gelar Perkara

TOL

TOL Nganjuk-Kediri (radarkediri.id)

Tahapan itu, diakui Muji membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apakah pada minggu kedua April ini tim provinsi sudah turun? Dia mengaku tidak tahu. Kalaupun penlok turun, menurutnya juga masih membutuhkan tahapan panjang untuk bisa realisasi fisik.

Salah satunya terkait pembebasan tanah. “Setelah penlok turun nanti akan diketahui kebutuhan tanah dan mana saja yang terdampak,” jelasnya. Saat itu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan terlibat dalam pendataan tanah. Dari sanalah diketahui secara rinci tanah yang dibutuhkan untuk tol. Hingga bisa dilakukan pembebasan tanah.

Muji berharap tiap tahapan bisa berjalan lancar. Sehingga, proyek yang sudah molor sekitar dua tahun itu bisa segera direalisasikan. “Kami menunggu tahapannya. Sampai sekarang belum ada pemberitahuan lanjutan,” bebernya.

Untuk diketahui, dalam sosialisasi tol Nganjuk-Kediri yang berlangsung akhir Maret lalu diketahui jika kebutuhan tanah diperkirakan mencapai 20,75 kilometer untuk Nganjuk. Proyek strategis nasional (PSN) itu akan melewati tiga  kecamatan di Nganjuk. Mulai dari Sukomoro, Tanjunganom, dan Prambon. Lalu, dua kecamatan lagi di Kabupaten Kediri. Yakni, Banyakan dan Grogol.

Belajar pada pembangunan tol Ngawi-Kertosono, di lapangan muncul berbagai masalah yang merugikan daerah. Di antaranya, kerusakan jalan di sekitar proyek yang menjadi akses lewatnya kendaraan pengangkut material. Demikian juga saluran irigasi pertanian yang banyak tersumbat.

Terkait masalah ini, Muji menegaskan jika pemkab harus membahasnya di awal. Termasuk, kemungkinan menganggarkan dampak akibat pembangunan tol lewat APBN. “Kalau ditanggung rekanan pasti akan menyulitkan. Ini seperti saat pembangunan tol kemarin (Ngawi-Kertosono, Red),” jelasnya.

Tak hanya dampak tol, pemkab menurut Muji juga akan berupaya agar interchange tol tetap berada di Nganjuk. Yakni, di Desa Sugihwaras, Prambon. “Kami akan mengawal agar interchange tetap ada di Nganjuk. Jangan sampai berubah,” imbuhnya.

Tol Nganjuk-Kediri:

-Total lahan yang dibutuhkan mencapai 20,75 kilometer

-Sedikitnya ada 2.032 bidang tanah yang harus dibebaskan

-Proyek tol akan melewati tiga kecamatan dan 22 desa di Nganjuk

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news