Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Positivity Rate Covid-19 Masih Tinggi

Satgas Evaluasi PPKM Mikro sebelum Ramadan

06 April 2021, 12: 58: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

PUSAT KERAMAIAN: Pedestrian Jl Ahmad Yani jadi perhatian satgas Covid-19 karena merupakan salah satu spot berkumpulnya massa pada siang dan malam hari. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Satgas Covid-19 Kabupaten Nganjuk agaknya harus merumuskan kebijakan baru untuk menekan penyebaran korona jelang Ramadan pekan depan. Pasalnya, hingga minggu pertama April ini positivity rate atau jumlah temuan kasus positif dibanding jumlah orang yang diperiksa di Nganjuk masih tinggi.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, positivity rate Covid-19 idealnya tak boleh lebih dari lima persen. Tetapi, di Kabupaten Nganjuk persentasenya masih mencapai 18,8 persen. Dengan total spesimen sebanyak 17.929, total kasus komulatif mencapai 3.364.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengungkapkan, positivity rate Covid-19 di Nganjuk memang masih jauh di atas nasional. “Masih tinggi (jumlah temuan kasus korona, Red),” ujar dokter berkacamata itu.

Baca juga: Ajukan Dana Rehab Rp 5 Miliar

Korona

Perkembangan Covid-19 di Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Hendri menjelaskan, temuan kasus Covid-19 setiap harinya berfluktuasi. Jika beberapa pekan lalu temuan relatif sedikit, selama beberapa terakhir kembali naik. Dalam sehari ditemukan 10 hingga 20 pasien baru.

Dengan kondisi tersebut, menurut Hendri masyarakat Nganjuk tidak boleh menurunkan kewaspadaannya akan potensi penularan Covid-19. “Masih harus memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Harus jauhi kerumunan dan sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun,” pintanya.

Untuk diketahui, kemarin kembali ditemukan 10 pasien Covid-19. Terkait latar belakang pasien, menurut Hendri berasal dari jenis pekerjaan yang beragam. Demikian juga domisili mereka. Karenanya, dia meminta semua warga Nganjuk meningkatkan kewaspadaan.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk Mokhamad Yasin menegaskan, pihaknya tengah merumuskan regulasi baru jelang Ramadan dan Idul Fitri. “Saat Ramadan dan Idul Fitri intensitas kegiatan masyarakat naik. Kami tengah menggodok konsep aturan agar aktivitas keagamaan tidak menimbulkan klaster baru,” ujar Yasin.

Pemkab, jelasnya, tengah menggodok surat edaran (SE) yang mengatur teknis pelaksanaan berbagai ritual keagamaan selama bulan Ramadan. Bagaimana dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro lanjutan yang berakhir minggu ini? Pria berkacamata itu mengaku masih akan melakukan evaluasi.

Hingga kemarin menurutnya masih belum diputuskan apakah PPKM mikro akan dilanjutkan atau tidak. “Prinsipnya kami ingin agar prokes diterapkan dan ekonomi tetap berjalan,” tandasnya.

Salah satu opsi yang akan ditempuh, menurut Yasin adalah dengan menggenjot vaksinasi. Pemkab, tegasnya, mendorong dinas kesehatan (dinkes) terus mengajukan kuota vaksin ke Pemprov Jatim agar pelaksanaan vaksinasi bisa dikebut.

Dengan cakupan vaksinasi yang semakin luas, menurut Yasin potensi penyebaran Covid-19 di Kota Angin bisa dicegah. “Ditambah terus. Jangan sampai ada vaksin yang kembali karena sasaran tidak bisa divaksin,” tegasnya mengingatkan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news