Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Bulan, Tilang Ribuan Pelanggar

Paling Banyak Ditindak pada Maret Lalu

06 April 2021, 12: 50: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Tilang

TAK STANDAR: Sejumlah kendaraan yang spekteknya tak sesuai diamankan di halaman Mapolres Nganjuk. Pemilik kendaraan baru bisa mengambil kembali setelah mengubah setelan kendaraan seperti sedia kala dan membayar tilang. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Jumlah pelanggaran lalu lintas pada triwulan pertama 2021 relatif banyak. Sedikitnya ada 1.331 pelanggaran yang dikenai tilang oleh Satlantas Polres Nganjuk dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ribuan berkas tilang tersebut saat ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk.

Kasipidum Kejari Nganjuk Roy Ardiyan Nur Cahya mengatakan, sejak Januari hingga Maret lalu, pelanggaran terbanyak didapati pada bulan Maret. “Untuk Maret saja ada 618 surat tilang yang masuk dan diputus,” ujar jaksa asli Nganjuk ini sembari menyebut ratusan pelanggaran itu dilakukan oleh sepeda motor hingga kendaraan angkutan besar.

Bagaimana dengan Januari dan Februari? Jumlah pelanggarnya relatif lebih sedikit. Masing-masing 199 pelanggar dan 514 pelanggar. Khusus untuk tilang bulan Maret, menurut Roy separo lebih berkas datang dari satlantas.

Baca juga: Mayoritas Anggota Dewan Sepakati Interpelasi

Selama beberapa hari terakhir menurutnya korps baju cokelat juga kembali mengirim berkas tilang. Pelanggaran yang dilakukan mayoritas karena kendaraan yang dinaiki tidak lengkap spekteknya.

Dari ribuan berkas yang masuk ke Kejari Nganjuk, menurut Roy hingga pertengahan April ini sudah ada 850 pelanggar yang menyelesaikan pembayaran dendanya. Ratusan lainnya belum mengambil kembali berkasnya meski sudah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Nganjuk.

Untuk diketahui, khusus untuk pelanggaran kendaraan yang tak sesuai spektek, pelanggar tidak cukup membayar denda tilang. Sesuai atensi Kapolres AKBP Harviadhi Agung Prathama, kendaraan pelanggar juga ditahan selama sebulan. Setelah itu, pemilik kendaraan baru bisa mengurus pengambilan kendaraannya.

Untuk bisa membawa pulang motor yang mayoritas terjaring razia balap liar itu, pemilik kendaraan harus mengubah setelan motor kembali ke standar. Tak hanya itu, pemilik kendaraan juga harus membuat surat pernyataan tak mengulangi perbuatannya dengan diketahui kapolsek, danramil, camat, dan sejumlah pejabat lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, hingga kemarin didapati masih ada ratusan motor yang diamankan di Mapolres Nganjuk. Motor-motor tersebut mayoritas diamankan dari sejumlah lokasi yang langganan digunakan untuk balap liar.

Kasatlantas AKP Dyah Marita menegaskan, hingga pertengahan April ini pihaknya masih terus mengintensifkan razia balap liar. Tujuannya, untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di Nganjuk. “Penindakan ini untuk memberi contoh dan efek jera bagi masyarakat yang tidak lengkap spekteknya,” terang perwira perempuan dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news