Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ajukan Dana Rehab Rp 5 Miliar

06 April 2021, 12: 49: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

RK

SEPI: Pengunjung membeli tiket di loket masuk objek wisata Roro Kuning. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Sejumlah fasilitas umum (fasum) di Objek Wisata Air Merambat Roro Kuning yang rusak akibat bencana banjir bandang tahun lalu, agaknya bisa diperbaiki tahun ini. Hal tersebut setelah dinas pariwisata, kepemudaan, olahraga dan kebudayaan (disparporabud) mengajukan dana perbaikan Rp 5 miliar lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sekretaris Disparporabud Nganjuk Itsna Shofiani mengungkapkan, pihaknya sudah menuntaskan master plan pembangunan Roro Kuning. Selebihnya, mereka juga sudah mengajukan proposal perbaikan lewat PEN itu ke badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda). “Tinggal menunggu (perkembangan dari bappeda, Red),” ujar Itsna.

Baca juga: Ratusan Penumpang Gunakan GeNose

Lebih jauh Itsna mengatakan, perbaikan Air Merambat Roro Kuning tidak hanya untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Melainkan juga untuk memulihkan perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, perekonomian mereka terdampak langsung kerusakan salah satu objek wisata unggulan Kota Angin itu.

Karenanya, dengan diperbaikinya Roro Kuning nanti, perekonomian desa sekitar diharapkan juga akan terdongkrak naik. Apalagi, disparporabud berencana melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan wisata. Terutama warga Desa Bajulan.

Lebih jauh perempuan berjilbab ini menjelaskan, di sekitar Roro Kuning masih ada berbagai potensi wisata yang bisa dikelola masyarakat. Mulai dari air terjun, budaya, hingga kuliner khas. Hingga April ini menurut perempuan yang aktif di organisasi pramuka itu disparporabud tengah menginventarisasinya. “Ke depan kami akan mempromosikannya. Salah satunya lewat event,” terangnya.

Untuk diketahui, pandemi Covid-19 dan kerusakan Roro Kuning berdampak langsung pada jumlah kunjungan. Sejak Januari hingga pertengahan April ini jumlah pengunjung di Roro Kuning hanya 624 orang. PAD yang terkumpul sekitar Rp 10 juta.

Selama pandemi Covid-19, sebanyak 20 warung yang ada di Roro Kuning juga terpaksa tutup. Mereka memilih tak berjualan karena objek wisata tersebut sepi.

Suwaji, 44, juru pemelihara Roro Kuning membenarkan tentang sepinya pengunjung di Roro Kuning. “Hari biasa pengunjung bisa dihitung jari. Kalau hari libur ada puluhan,” urainya.

Sebelum pandemi atau sebelum Roro Kuning dilanda banjir bandang dan longsor, jumlah pengunjung relatif banyak. Yakni, mencapai ratusan orang pada hari libur.

Iwan, 36, pemilik warung di Roro Kuning juga membenarkan pernyataan Suwaji. Omzet penjualan bakso di warungnya juga turun drastis. “Dulu bisa dapat sekitar Rp 1 juta sehari. Sekarang Rp 200 ribu saja sulit,” keluhnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news