Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Pandu Permadi Laksono

Ciptakan Lagu, Beri Motivasi Sesama

Pegawai Penyandang Disabilitas

05 April 2021, 15: 13: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

PANDU PERMADI LAKSONO, PEGAWAI PENYANDANG DISABILITAS DI DINSOS KOTA KEDIRI

PANDU PERMADI LAKSONO, PEGAWAI PENYANDANG DISABILITAS DI DINSOS KOTA KEDIRI (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Mengalami kebutaan sejak delapan tahun lalu, Pandu Permadi tak lantas putus asa. Dia tetap bekerja dan terus berkarya demi menyemangati sesama disabilitas.

------------------------

Baca juga: Limpahkan Berkas Pelaku Curanmor ke Kejari

Pandu bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri. Hampir setiap hari, pemuda 28 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto ini selalu diantar dan dijemput ojek langganannya ke kantornya, Jl Brigjen Imam Bachri, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Dia mulai bekerja di dinsos sejak satu tahun lalu. Pandu sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Kediri. “Semester empat saya berhenti karena keadaan (mengalami kebutaan, Red), sudah tidak bisa dilanjutkan,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara itu.

Dokter memvonisnya pada 2012. Waktu itu, Pandu baru mengetahui penglihatannya bermasalah saat hendak mendaftar sebagai security bank. Lewat tes, ia diminta menutup mata sebelah untuk melihat keadaan di depannya. Awalnya, ia menutup mata kanan dan bisa melihat dengan jelas. Setelah itu saat menutup mata kiri, pandangannya kelam.

“Ketika itu dokter bilang, tidak bisa dioperasi ataupun donor,” kenanganya. Pandu sempat down. Mengetahui akan mengalami kebutaan, dia tak ingin buang waktu. Lelaki berkulit putih ini lantas mencari kegiatan untuk melepas beban pikirnya.

Pandu ikut turnamen sepak bola Wali Kota Cup 2012. Dia bergabung dengan kesebelasan dari Kelurahan Bangsal. Tidak sia-sia, timnya meraih juara dua. “Itu prestasi terakhir saat masih bisa melihat, lama-lama pandangan mata saya menurun,” akunya.

Sampai akhirnya Pandu tidak bisa melihat semuanya. Dia sempat hanya tiduran di rumah. Merasa tidak produktif ia lantas menyibukkan diri. Mulai dari membuat alat kesenian seperti replika drum hingga merangkai sound system.

Pandu kemudian melanjutkan bimbingannya ke Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang. Dari sana dia bertambah semangat karena diajari banyak hal dari komputer bicara, handphone, menulis, hingga baca BR-BLIND. Apa yang didapat di sana bermanfaat hingga tempat kerjanya saat ini.

Tidak hanya mengajar kemandirian seperti pijat, Pandu juga mulai produktif untuk kegiatan lainnya. “Saya harus cari keaktifan, biasanya nge-band,” katanya. Band dibentuk bersama tunanetra lainnya bernama Santaro. Di dinsos, bandnya kerap tampil menyanyikan beragam lagu pop atau campur sari.

Karena sudah menjadi penikmat musik, Pandu lantas menciptakan lagu sendiri. Setidaknya sudah ada 20 lagu, baik pop ataupun campursari yang dibuatnya. Saat ini, dia sedang fokus menuntaskan satu lagu ciptaannya berjudul ‘Aku Punya Mimpi’.

“Lagu ini sedang dibuatkan video klipnya,” ujarnya. Pandu menciptakan lagu itu untuk memotivasi penyandang disabilitas lainnya. Sebab, selama di dinsos, dia kerap menjadi motivator bagi difabel lain. Termasuk jadi pembicara setiap ada kegiatan diskusi atau seminar.(rq/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news