Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tebing Terus Tergerus, Empat Rumah Terancam

05 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Longsor

RAWAN: Suparmin menunjuk dinding sungai Widas di Desa Kedungdowo, Nganjuk yang hanya berjarak 1,5 meter di belakang rumahnya. Dapur dan kandangnya sudah ambrol lebih dulu karena dinding sungai tergerus. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Empat rumah warga di RT 2/RW 4 Desa Kedungdowo, Nganjuk yang terletak di bantaran sungai Widas terancam longsor. Ini setelah dinding sungai di dekat pekarangan mereka setiap tahun selalu tergerus air bah.

Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi tebing sungai yang belum diplengseng. Sehingga, setiap ada peningkatan debit air, sangat mudah tergerus. “Melorot sedikit-sedikit setiap musim penghujan,” ujar Suparmin, 63, salah satu warga yang rumahnya terancam longsor.

Dengan terus tergerusnya tebing sungai, sekarang tembok belakang rumahnya hanya berjarak sekitar 1,5 meter dari sungai. Kondisi tersebut membuat pria tua itu selalu waswas saat hujan deras mengguyur wilayah mereka. Takut tanah yang tergerus semakin banyak.

Baca juga: Mayoritas Ruang Pelayanan di MPP Tutup

Ketakutan ayah tiga anak tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, jarak rumah dengan sungai sekitar 15 meter. Tetapi, setelah 2015 lalu dinding sungai tergerus sekitar 13 meter, bagian dapur, kamar mandi, dan kandang sapinya ambrol.

Kejadian itu membuat ia dan keluarganya trauma. Mereka ketakutan saat debit air sungai di belakang rumahnya naik. Dia mencontohkan peristiwa pada Sabtu (27/3) lalu. Saat itu, jarak permukaan air dengan belakang rumahnya hanya sekitar 3 meter. “Suara gemuruh airnya sudah benar-benar terdengar dari dalam rumah,” kenang Suparmin.

Hal senada diakui Ismadi, 44, tetangga sebelah rumah Suparmin. Ia juga mengalami kondisi yang sama. Hanya saja, Ismadi masih lebih beruntung. Bukan bagian rumahnya yang terdampak gerusan air. Melainkan rumpun bambu di belakang rumah.

Meski demikian, ia dan keluarganya juga merasa khawatir. Takut jika hal lebih buruk bisa menimpa mereka. “Saya setiap ada hujan besar tidak bisa tidur dengan nyenyak,” aku Ismadi.

Selain rumah keduanya, masih ada dua bangunan rumah lain yang dinilai rawan terdampak. Dengan kondisi tersebut, mereka berharap dinding sungai yang ada di sana dapat segera mendapatkan perhatian. Di antaranya dengan dibangun plengsengan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news