Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Dilema Keberadaan Pohon Tua yang Menggerogoti Candilor

Kondisi Kritis setelah Lama Terkikis

05 April 2021, 11: 21: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Candi

TERANCAM RUSAK: Candilor di Desa Candirejo, Loceret yang jadi saksi sejarah Nganjuk terancam ambruk. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Share this          

Candilor yang jadi simbol kemenangan Pu Sindok melawan pasukan Melayu dalam kondisi kritis. Bangunan bersejarah yang dicengkeram pohon kepuh selama ratusan tahun itu bisa ambruk setiap saat.

Pohon kepuh yang terletak di sebelah selatan Candilor sepintas terlihat memayungi situs peninggalan kerajaan Mataram itu. Kondisi berbeda akan terlihat jika dilihat dari belakang. Akar pohon berusia ratusan tahun itu mencengkeram hampir separo bangunan candi yang memang sudah tidak terlihat lagi bentuknya itu. “Pohon itu mulai tumbuh jauh sebelum tahun 1887. Pertumbuhan pesatnya mulai 1950,” ujar Kasi Sejarah, kebudayaan, dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi.

Baca juga: Tinggikan Pagar, Perbanyak CCTV

Candi

MENCENGKERAM: Akar pohon kepuh yang menjulang tinggi di belakang Candilor mencengkeram hampir separo struktur candi hingga membuatnya bisa ambruk setiap saat. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Keberadaan pohon kepuh tua di Candilor itu diakui Amin menjadi dilema. Disparporabud tidak bisa mengambil langkah lanjutan meski mengetahui semakin lama semakin luas bagian candi yang tercengkeram akar pohon kepuh.

Disparporabud, jelas Amin, tidak bisa mengambil opsi menebang pohon. Sebab, getaran saat penebangan akan langsung merusak struktur candi. “Pohon juga tidak bisa dimatikan. Nanti ambruk juga bisa menimpa candi,” lanjutnya serbasalah.

Almarhum Bupati Sutrisno menurut Amin pernah berencana melakukan restorasi pada 1995 lalu. Tetapi, melihat kondisi candi saat itu dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan agar bangunan setinggi sembilan meter itu bisa lestari? salah satu opsi yang bisa diambil menurut Amin adalah dengan dilakukan konsolidasi alias penguatan saja. “(Konsolidasi, Red) terutama untuk sisi utara yang mulai rusak,” terangnya.

Selebihnya, Amin mengaku akan meminta bantuan dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan dan Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta untuk pelaksanaan konsolidasi tersebut. Langkah penyelamatan selanjutnya menurut Amin tergantung kemauan pemkab untuk mempertahankan bangunan bersejarah itu.

Opsi Penyelamatan Candilor:

-Melakukan konsolidasi atau memperkuat struktur yang mulai rapuh dan rusak

-Melakukan rekonstruksi untuk mengetahui perkiraan bentuk asli Candilor

-Langkah mendesak yang harus diambil adalah melakukan rekonstruksi digital

-Berkoordinasi dengan BPCB Trowulan, Balar Jogjakarta dan Pusarkenas terkait nasib Candilor

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news