Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Narkoba Lapas

Tinggikan Pagar, Perbanyak CCTV

03 April 2021, 18: 09: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

Tinggikan Pagar, Perbanyak CCTV

(ilustrasi)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Setelah empat kali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke narapidana di awal tahun ini, otoritas lembaga pemasyarakatan (lapas) Kediri mengambil langkah antisipasi. Mereka akan memperketat penjagaan. Selain menambah kamera circuit closed television (CCTV) mereka juga akan meninggikan tembok pagar.

“Memang, sudah waktunya pagar lapas ditinggikan. Sekarang sudah kami usulkan. Tinggal tunggu realisasinya saja,” ucap Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas II Kediri Sastra Irawan.

Menurut Sastra, saat ini tembok pagar Lapas kelas IIA Kediri tingginya tiga meter. Kemudian di bagian atas diberi kawat berduri. Bila ditinggikan, pagar kawat itu juga masih akan dibuat. Sehingga akan lebih sulit dijangkau lagi.

Baca juga: Siapkan 14 Ribu Ekor untuk Puasa dan Lebaran

Saat ini, di beberapa titik yang rawan jadi jalan masuk narkotika sudah diberi pagar tambahan. Kalaupun masih ada yang nekat melempar maka barangnya secara otomatis akan tersangkut ke kawat. Sehingga tidak bisa diambil secara langsung oleh pelakunya. Setelah memberi filter dengan cara itu, pelaku kemudian mengubah caranya dengan memasukkannya lewat saluran air yang masuk ke dalam lapas.

Ketika hujan, debit air got tersebut memang bertambah. Aliran airnya juga kian deras. Situasi seperti itu kerap dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. “Salurannya tidak bisa ditutup karena itu milik masyarakat,” kata Sastra.

Tahun ini, sudah empat kali kejadian penyelundupan dilakukan. Sayangnya, para pelaku selalu lolos dari rekaman CCTV. Karena itu, Sastra juga tidak bisa menjelaskan ciri-ciri pelaku.

Untuk meningkatkan keamanan maka Lapas IIA Kediri akan menambah lagi jumlah CCTV. Terutama di tempat yang dianggap rawan dan rentan penyelundupan.

“Tidak hanya pengamanan luar, internal juga kami perketat,” akunya.

Pihak lapas juga terus melakukan pemeriksaan untuk warga binaan yang ada. Sasarannya, tidak hanya penyimpanan narkotika tetapi juga yang menggunakan gawai. Bagi Sastra, semuanya adalah pelanggaran berat. Karena selalu nihil, Sastra curiga razia yang dilaksanakan selama ini sudah bocor.

Dia lantas memeriksa seluler penjaga. Hasilnya diketahui, ada komunikasi dengan warga binaan. “Kejadiannya lebih dari satu bulan lalu. Orangnya sudah dimutasi,” beber Sastra.

Dia menduga, peristiwa ini membuat pelaku kesulitan komunikasi ke dalam sehingga menggunakan segala cara untuk menyelundupkan barangnya. Terakhir, penyelundupan sabu sabu (SS) yang berhasil digagalkan terjadi pada Sabtu (27/3) lalu.

Kesulitan komunikasi itu diperkuat dengan aturan baru karena pandemi korona. Sejak Maret tahun lalu, lapas melarang pengunjung masuk. Yang bisa masuk hanya barang titipan saja.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 2021, beberapa penyelundupan narkotika telah digagalkan. Januari, ada penyelundupan SS seberat 4,37 gram. Kemudian Februari terjadi dua kali. Satu ditempatkan di kaleng cat dan dalam bungkusan makanan. (rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news