Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Siapkan 14 Ribu Ekor untuk Puasa dan Lebaran

03 April 2021, 17: 55: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

GEMUK: Bupati Dhito (kanan) dan Dirjen Nasrullah dua dari kanan melihat-lihat sapi milik salah satu anggota SASPRI Ngadiluwih kemarin.

GEMUK: Bupati Dhito (kanan) dan Dirjen Nasrullah dua dari kanan melihat-lihat sapi milik salah satu anggota SASPRI Ngadiluwih kemarin. (Habibah Anisa Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Stok daging saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dalam level aman. Baik di Kediri, maupun nasional, jumlah daging sapi diperkirakan masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi selama dua bulan itu.

“Insya Allah cukup. Produksi kita ada 14 ribu ekor sapi (yang) siap potong untuk penuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri,” terang Bupati Dhito Pramana, saat mendampingi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah kemarin.

Kemarin, Nasrullah melakukan kunjungan ke Kediri. Mendatangi Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Ngudi Rejeki yang ada di Dusun Ngadiloyo, Desa/Kecamatan Ngadiluwih.

Baca juga: Mengulik Kejayaan Kediri dengan Membedah Teknologi Hidrologinya (5)

Amannya stok daging itu juga dipertegas oleh Nasrullah. Menurutnya, stok sapi potong saat ini dalam kondisi aman. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementan, ketersediaan daging sapi aman hingga bulan puasa. Hal itu berdasarkan potensi yang ada di sentra-sentra ternak sapi. Seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Lampung.

Perkiraan puncak konsumsi daging sapi masyarakat pada Mei nanti. Yaitu mulai pertengahan Ramadan hingga awal Hari Raya Idul Fitri.

“Kami masih hitung untuk (berapa besar) kebutuhan. Kami perkirakan total ada 72 ribu (ekor). Insya Allah jumlah segitu pada bulan Mei persediaan kita cukup,” jelas Nasrullah.

Sampai saat ini, menurut Nasrullah, pemerintah tetap mengandalkan produksi daging lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jumlah sapi yang dikelola peternak tanah air masih mencukupi. Terutama di sentra-sentra peternakan sapi di Jatim, Jateng, dan Lampung.

Selain menyinggung soal stok daging, dalam kunjungannya kemarin Nasrullah juga melihat kesiapan Kabupaten Kediri merealisasikan Program Seribu Desa Sapi. Dalam program ini, Pemerintah akan menggalakkan pengembangan sektor peternakan yang merata di semua daerah. Termasuk melakukan pemberdayaan pada peternak.

Khusus di Kabupaten Kediri, Nasrullah juga melihat kesiapan daerah ini menjadi lumbung pakan nasional. Terutama untuk pakan yang terkait program seribu desa sapi di atas.

Nasrullah menjelaskan, kunjungannya ke SPR Ngudi Rejeki sekaligus untuk melihat kegiatan rakyat yang tergabung dalam Solidaritas Alumni Sekolah Peternak Rakyat Indonesia (SASPRI). Terutama terkait dengan rencana Kabupaten Kediri sebagai tempat pengembangan peternakan sapi yang berbasis koperasi.

Nasrullah juga menyinggung perihal impor sapi. Menurutnya, impor yang dilakukan pemerintah bertujuan khusus. Yaitu untuk menambah jumlah indukan.

Pemerintah masih merasa perlu membuka keran impor itu karnea jumlah induk sapi di tanah air masih kurang. Bila populasi sapi nasional sebanyak 18 juta ekor, separonya adalah induk. Artinya, hanya ada 9 juta sapi indukan yang dimiliki para peternak. Jumlah itu masih sangat kurang. Belum lagi sebagian dalam kondisi masih anak, majir, bunting, atau masih kecil.

Kondisi itulah yang menyebabkan pemerintah memerlukan tambahan sapi indukan. Sekaligus bisa menambah jumlah populasi sapi. Menurutnya, nanti sapi-sapi di Kediri juga akan dikirim ke daerah lain. Agar jumlah indukan semakin merata.

“Harapan di program ini (program Seribu Desa Sapi, Red) adalah terjadi penambahan indukan (yang merata di semua wilayah). Bukan (hanya) menambahkan indukan dari Kediri ke Kediri (saja),” ucap Nasrullah.

Nasrullah berada di SPR Ngudi Rejeki kemarin sekitar satu jam. Sempat molor dari yang direncanakan, sang dirjen baru datang sekitar pukul 11.00. Bupati dan jajarannya sudah menunggu beberapa saat di lokasi.

Begitu datang Nasrullah langsung berbincang dengan anggota SASPRI. Setelah itu bersama dengan Bupati Dhito melihat-lihat sapi yang ada di kandang sapi milik Joni Sriwasono, wali SASPRI kawasan Kecamatan Ngadiluwih.

Terkait program Seribu Desa Sapi ini, Bupati Dhito mengatakan Kabupaten Kediri akan menjadi salah satunya. “(Dalam) program Seribu Desa Sapi terdapat 10 titik yang dijadikan percontohan. Salah satunya Kabupaten Kediri,” terang Dhito.

Dia menjelaskan, potensi pengembangbiakan sapi di Kabupaten Kediri sangat besar. Bahkan, saat ini dalam satu hari permintaan sapi mencapai 200 hingga 300 ekor. “Hanya tinggal mengelola teman-teman peternak,” tegasnya. (ara/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news