Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Korupsi Jembatan Brawijaya

Kejaksaan Limpahkan Berkas Samsul Ashar ke Pengadilan Tipikor

Ingin Segera Sidang

03 April 2021, 17: 50: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Kejaksaan Limpahkan Berkas Samsul Ashar ke Pengadilan Tipikor

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Semua pihak tampaknya ingin kasus korupsi Jembatan Brawijaya tahap ketiga segera disidangkan. Tak hanya pihak kejaksaan saja yang berusaha keras menyelesaikan berkas dakwaan, pihak tersangka pun ingin kasus ini segera disidangkan.

Di pihak kejaksaan, mereka benar-benar memanfaatkan waktu 14 hari secara maksimal. Menyusun surat dakwaan kasus korupsi yang menyeret mantan Wali Kota Kediri Samsul Ashar dan kontraktor Tjahyo Wijaya itu. Hasilnya, kemarin (21/3) jaksa penuntut umum (JPU) telah selesai memeriksa berkas setebal 40 sentimeter yang diterima dari penyidik Polda Jatim.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Nur Ngali menyebutkan, hari ini (1/4), berkas perkara korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri  Tindak Pidana Korupsi (PN Tipokor) Surabaya. “Samsul Ashar dan Tjahyo Wijaya (A Yong, Red) diajukan sebagai terdakwa ke Pengadilan Tipikor,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Baca juga: Pagi Jualan Nasi Lemak, Siangnya Edit Konten

Masih menurut Nur Ngali, selama proses pemeriksaan hasil penyidikan JPU tidak terlalu banyak mengubah. Bahkan, untuk pasal yang disangkakan kepada Samsul dan A Yong juga sama seperti yang ditetapkan penyidik. Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka kasus ini dijerat dengan Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pasal 2 junto pasal 3 junto pasal 18 junto pasal 55 KUHP.

“Setelah berkas dakwaan ini diserahkan, kami akan tunggu jadwal sidang yang akan ditentukan PN Tipikor Surabaya,” paparnya.

Kemungkinan, sidang nanti masih menggunakan virtual seperti kasus lainnya. Jika persidangan dilaksanakan secara virtual, tersangka tidak perlu hadir di PN Tipikor Surabaya. Samsul dan A Yong bisa mengikutinya dari Kediri. Sedangkan untuk saksi-saksinya tetap harus dihadirkan di persidangan.

“Biasanya tidak butuh waktu yang lama,” katanya. Setelah ada penetapan persidangan nanti bisa dipantau dari sistem informasi penelusuran perkara PN Tipikor Surabaya.

Sementara itu, penasihat hukum Samsul Ashar, Eko Budiono, mengaku belum mendengar terkait dengan pelimpahan berkas ke PN Tipikor Surabaya. “Kalau memang begitu infonya, saya sebagai kuasa hukum (Samsul, Red) siap saja,” ucapnya.

Dia berharap agar perkara ini segera digelar di persidangan. Semakin cepat, maka semakin baik. Eko tidak ingin kasus yang menimpa kliennya ini terus diulur bahkan terkesan digantung. Ia tidak ingin kasus ini molor hingga sebelas tahun. Kini, Eko menunggu kepastian jadwalnya sidangnya dan akan disampaikan ke kliennya.

Kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya sebelumnya menggeret tiga orang yang sudah divonis. Mulai dari Kasenan, mantan Kepala Dinas PUPR; Wijiyanto mantan Kabid Permukiman DPUPR; dan Nur Iman mantan PPK proyek Jembatan Brawijaya .

Saat itu ketiganya divonis hukuman berbeda, Kasenan diputus lima tahun enam bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Wijiayanto divonis tiga tahun pidana penjara dan denda Rp 50 juta. Sedangkan Nur Iman diputus hukuman dua tahun enam bulan pidana penjara dengan denda Rp 50 juta. Sekarang, Samsul dan A Yong tinggal menunggu jadwal dihadirkan meja hijau.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news