Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Selundupkan SS lewat Got

03 April 2021, 17: 15: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

Selundupkan SS lewat Got

(ilustrasi - Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) kembali terjadi. Kali ini metodenya agak berganti. Bukan lagi melalui pembesuk atau dilemparkan dari balik tembok. Namun, kali ini dilewatkan saluran air atau got. Paket narkotika itu dihanyutkan dari luar ke lapas.

Modus seperti itulah yang terjadi di Lapas Kelas IIA Kediri. Satu paket sabu-sabu (SS) berusaha dimasukkan melalui got yang ada di bagian belakang lapas. Beruntung, sebelum paket seberat 12,6 gram itu diambil pemiliknya sudah ketahuan petugas lapas.

Sayang, siapa narapidana yang menjadi pemilik SS tersebut belum ketahuan. Petugas menemukan paket itu ketika belum diambil oleh yang punya.

Baca juga: Sulap Limbah Rumah Potong Hewan (RPH) jadi Pupuk Cair dan Kompos

“Pada saat dilakukan pengecekan saluran air ditemukan bungkusan yang tersangkut pipa septic tank,” terang Kepala Keamanan Lapas Sastra Irawan.

Saluran itu berada di sisi Selatan lapas, di halaman belakang. Di brandgang atau lahan kosong milik lapas. Di bawah tembok lapas.

“Area brandgang Selatan memang area yang memungkinkan adanya lemparan dari luar tembok lapas,” imbuh Sastra.

Bungkusan tersebut tak hanya berisi SS. Juga ada benda lain.  Oleh lapas barang bukti tersebut diserahkan ke satuan reserse narkoba (satresnarkoba) Polres Kediri Kota.

Menurut Sastra, sejak kasus penyelundupan yang terakhir sebelum ini pihak lapas sudah menambah kamera pengintai. Ditempatkan di beberapa titik rawan. Ternyata, ide para penjahat muncul lebih baru lagi.  

Menariknya, tahun ini upaya penyelundupan seperti itu kian banyak. Meskipun baru tiga bulan, sudah ada empat kasus penyelundupan yang digagalkan. Padahal pada 2020 hanya ada tiga kali penyelundupan yang gagal. Yaitu di Juli, September, dan November.

Kasus pertama pada 2021 terjadi Januari. Barang buktinya adalah satu handphone dan sabu-sabu seberat  4,37 gram. Modusnya dengan cara dimasukkan dalam makanan yang dibawa pembesuk.

Kemudian pada kasus kedua, Februari, ditempatkan di kaleng cat. Kasus ini terjadi pada 12 Februari. Petugas kala itu menemukan kaleng cat dalam keadaan tertutup di ruang studio. Padahal tidak ada pengerjaan proyek. “Dari kecurigaan itu makanya (kaleng) catnya dibongkar,” terangnya.

Lalu, sebelum ini, 1 Maret lalu narkotika diselundupkan dengan cara dilempar dari luar tembok penjara. Lemparan itu jatuh di area brandgang. Cara ini termasuk yang paling sering dan paling mudah ketahuan.

“Ekstrem sekali karena pelemparan itu punya potensi cepat ditemukan oleh pihak lapas,” ujarnya.

Pria asal Lampung ini menambahkan, jika selama 2020 hingga awal 2021 total ada tujuh kasus upaya penyelundupan. Dari semua kejadian itu tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Semuanya adalah narapidana. Mereka mendapatkan penambahan hukuman. Satu orang lagi masih dalam proses persidangan.

“Untuk yang kasus awal Maret ini sudah kami limpahkan ke satreskoba Polresta Kediri,” ujarnya.

Sastra menambahkan jika kasus penemuan penyelundupan ini tidak bisa langsung diberitahukan ke pihak media. “Jadi sesuai arahan dari Kepala Lapas (Asih Widodo, Red) untuk mem-publish berita ini setelah pihak lapas berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Kediri Kota. Jadi satu hingga dua hari kami baru bisa memberitahukan adanya kasus ini ke awak media,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Kediri Kota AKP Subijanto mengatakan aksi ranjau narkoba di lapas masih dalam tahap penyelidikan. “Termasuk memburu dua pelaku yang membawa dan melemparkan paketan ke dalam lapas yang terjadi awal Maret lalu,” ujarnya. 

Subijanto menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak lapas untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan. Terutama pada malam hari. “Jadi kawasan lapas itu harus steril dari bentuk kegiatan yang berpotensi terulangnya kejadian ini,” ujar Subijanto sembari mengatakan telah meminta pihak lapas mengawasi khusus jalan yang menghubungkan Jalan Kawi dan Jalan Jaksa Agung Suprapto. (c3/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news