Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Defri Ika Yuliani

Perawat yang Sudah Tulis 30 Buku

Selesaikan Dua Judul saat Positif Covid-19

03 April 2021, 16: 16: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

INI KARYAKU: Defri Ika Yuliani membaca salah satu buku karyanya di sela-sela tugasnya sebagai perawat di Rumah Sakit Amelia Pare (26/3).

INI KARYAKU: Defri Ika Yuliani membaca salah satu buku karyanya di sela-sela tugasnya sebagai perawat di Rumah Sakit Amelia Pare (26/3). (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

Menulis ibarat candu bagi wanita ini, bikin ketagihan. Sekalipun dia harus menjalani isolasi mandiri gara-gara korona.

-------------------------------------------------

KAREN WIBI, KABUPATEN, JP Radar Kediri

Baca juga: Mengulik Kejayaan Kediri Dengan Membedah Teknologi Hidrologinya (3)

-------------------------------------------------

Seorang wanita keluar dari salah satu ruangan di Rumah Sakit Amelia Pare. Terlihat jelas bahwa dia adalah perawat di rumah sakit tersebut. Pakaian seragam berwarna toska menjadi penandanya. Serupa dengan yang dikenakan oleh perawat lain.

Di pundak wanita itu menggantung satu tas. Terlihat berat, penuh oleh isi. Saat mengeluarkan beberapa barang dari tas tersebut terlihat enam buku dengan cover warna-warni. Lima di antaranya masih terbungkus plastik bening. Satu yang tersisa sudah terbuka. Beberapa lecet menghiasi sudut-sudutnya. Tanda sering dibuka dan dibaca.

Di halaman sampul buku itu tertulis ‘Maafkan Masa Lalumu’. Judul itu terbaca jelas ketika dibuka oleh pemiliknya.

“Ini karya pertama saya,” ucap Defri Ika Yuliani, sang perawat itu, sesaat setelah meletakkan pantatnya di kursi.

Defri adalah wanita 32 tahun. Tinggal di Desa Bendo, Kecamatan Pare. Sehari-hari dia adalah perawat di RS Amelia. Namun, di sela-sela kesibukannya sebagai tenaga kesehatan dia masih menyempatkan diri menulis buku. Bahkan, boleh disebut sangat produktif. Sudah tiga puluh buku yang dibuatnya.

Hobi menulisnya sudah terlihat ketika dia masih duduk di sekolah dasar. Sering mengikuti lomba menulis. Namun, hobi itu beberapa lama kemudian menghilang.

Baru pada 2018 dia kembali menulis. ‘Tertular’ kebiasaan sang suami yang pernah menerbitkan buku pada 2017. Meskipun baru tiga tahun tapi gairah menulisnya seperti menggila. Terbukti, 30 judul buku sudah dia hasilkan dalam rentang waktu tiga tahun ini.

Penerbitan buku karya Defri bukan asal-asalan. Dua judul di antaranya diluncurkan oleh penerbit ternama. Dua buku itu berjudul ‘Ensiklopedia Sahabat Rasul’ yang terbit 2019 dan ’28 Akhlak Mulia’ yang rilis 2020.

“Kedua buku itu juga sudah dijual secara umum,” terangnya.

Defri memang penulis dengan ‘multi genre’. Bila dua buka di atas berbau agama, buku pertamanya yang terbit 2018 lebih bergenre self improvement.

Produktivitas tinggi sebagai seorang penulis itu bukan perkara mudah, sebenarnya. Defri mengakui cukup pusing membagi waktunya, antara menulis buku dan tugasnya sehari-hari sebagai tenaga medis. Namun, semua itu justru dianggap tantangan. Buktinya, dia tetap produktif menghasilkan karya-karya.

Apalagi ide menulis bisa muncul kapan saja. Juga tak terbatas tempat, bisa di mana saja. Tidak mesti ketika diam di depan komputer. Ide bahkan muncul saat Defri bekerja di rumah sakit.

“Meskipun kalau di rumah sakit harus tetap fokus jadi perawat,” ucap perempuan lulusan D3 Keperawatan ini.

Ide yang muncul saat dia bekerja itu kemudian ditulisnya sebagai catatan. Kemudian baru diolah setelah memiliki waktu cukup.  Biasanya Defri baru bisa menulis ketika pekerjaannya menjadi perawat sudah selesai. Juga, dia harus menunggu kedua buah hatinya tertidur. Baru bisa memuaskan hasrat menulisnya.

“Biasanya mengerjakan sekitar jam 9 malam ke atas,” tambahnya.

Bahkan, produktivitasnya sebagai penulis tidak bisa padam walaupun dirinya sedang terjangkit virus Covid-19. Pada Desember 2020, dirinya dinyatakan positif terpapar penyakit itu. Namun, hal tersebut tidak menjadikannya harus merenung dan meratapi nasib.

Diisolasi selama 32 hari dia mampu menulis dua judul buku. Buku yang pertama bertema tentang menaman sayur. Sedangkan buku kedua tentang aktivitas anak bertema Ramadhan.

Hanya, kedua buku itu belum dia beri judul. Meskipun demikian dua-duanya sudah akan diterbitkan dan dijual secara umum.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news