Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Berharap Jembatan Susur untuk Permanen

03 April 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Jembatan

PORTABEL: Sejumlah pekerja memasang jembatan bailey di lokasi jembatan Kedungbencah, Desa Kweden, Ngetos yang ambruk bulan lalu. Jembatan rangka baja itu akan jadi akses darurat sembari menunggu pembangunan permanen. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemasangan jembatan bailey untuk menggantikan sementara jembatan Kedungbencah di Desa Kweden, Ngetos telah dimulai seminggu lalu. Sembari menunggu pembangunan jembatan permanen, warga berharap konstruksi jembatan di desanya nanti jenis susur.

Kades Kweden, Ngetos Ikhsanudin mengatakan, jembatan permanen tipe susur pemandangannya lebih bagus. “Rencananya juga bisa digunakan untuk wisata,” ujar orang nomor satu di Desa Kweden tersebut.

Lebih jauh Ikhsan menjelaskan, jembatan model susur bisa menambah minat kunjungan dari warga ke desanya. Apalagi, sejak awal pemdes telah melirik pengembangan pariwisata di sana. Karenanya, jika di lokasi tersebut benar-benar dibangun jembatan susur, pihaknya akan sangat terbantu.

Baca juga: Cerita Siswa PKBM Mengejar Asa dengan Ikut UPK

Meski demikian, menurut Ikhsan pihaknya tidak menuntut secara khusus terkait jenis jembatan. Yang terpenting warganya dapat menggunakan jembatan permanen dengan lebih aman dan leluasa. “Faktor keindahan itu hanya bonus,” lanjutnya.

Sementara itu, jembatan bailey untuk akses sementara warga setempat tengah dikerjakan di sana. Berdasar data yang dihimpun koran ini, material jembatan tersebut telah datang seluruhnya pada Kamis (25/3) lalu. Bersamaan pula datangnya dengan para pekerja.

Para pekerja langsung didatangkan dari Surabaya. Pengerjaan jembatan sementara tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim. Total ada sekitar 15 pekerja yang bertugas merakit jembatan tersebut.

“Sudah sejak semingguan lalu mulai dirakit dan dikerjakan,” sambung Ikhsan.

Pantauan koran ini, kerangka jembatan telah terpasang separonya. Diperkirakan jembatan akan memiliki panjang sekitar 30 meter. Berdasarkan estimasi, pengerjaan fisik jembatan tersebut memakan waktu sekitar dua minggu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dengan terputusnya akses jembatan Kedungbencah warga terpaksa harus melewati jalur alternatif. Ada dua alternatif yang bisa digunakan warga untuk melintas sementara ini. Yakni melewati jalur Dusun Manikan, Desa/Kecamatan Ngetos.

Namun untuk melewati jalur tersebut warga harus memutar sejauh enam kilometer. Sedangkan kedua melewati jalur Desa Kebonagung, Sawahan. Dengan jalur ini, warga harus memutar sejauh tiga kilometer.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news