Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Mas Novi dan Mbak Yuni Ikuti Pendataan Keluarga Perdana

Masuk Based Data

03 April 2021, 08: 28: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

PPKB

DUKUNG PENUH: Bupati Novi Rahman Hidhayat (3 dari kiri), Ketua TP PKK Yuni Rahma Hidhayat (3 dari kanan), Kepala Dinas PPKB Widyasti Sidhartini (2 dari kanan) bersama para kader pendata usai mengikuti Pendataan Keluarga di ruang Pringgitan kemarin. (Sri Utami - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) me-launching Pendataan Keluarga, kemarin. Menandai program yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali itu, kader pendata melakukan pendataan terhadap keluarga Bupati Novi Rahman Hidhayat.

Ditemui di ruang Pringgitan bersama, dua kader pendata melakukan pendataan mulai identitas, riwayat pendidikan, pekerjaan, hingga kemungkinan adanya masalah dalam keluarga. Mas Novi yang kemarin ditemani Ketua TP PKK Yuni Sophia pun memberikan jawaban lugas. 

Kepada koran ini, bupati muda itu menuturkan, Pendataan Keluarga  sangat penting untuk pembangunan Kabupaten Nganjuk. Hasil pendataan menurut Mas Novi akan masuk based data Pemkab Nganjuk. Salah satu manfaatnya, jadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Termasuk untuk menentukan arah pembangunan Kota Angin. “Jadi, masyarakat harus proaktif dan membantu suksesnya Pendataan Keluarga,” ajak bapak lima anak itu.

Baca juga: Tangkap Pencuri Baterai Tower di Ngronggot

PPKB

PROAKTIF: Mas Novi dan Mbak Yuni memjawab pertanyaan dari kader pendata. Pendataan terhadap pasutri nomor satu di Kabupaten Nganjuk itu sekaligus menjadi launching Pendataan Keluarga. (Sri Utami - radarkediri.id)

Terpisah, Kepala Dinas PPKB Nganjuk Widyasti Sidhartini mengungkapkan, pendataan keluarga merupakan program prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Widyasti menegaskan, lewat Pendataan Keluarga akan diperoleh data yang akurat tentang

demografi, data keluarga berencana, dan data pembangunan keluarga.

Yang lebih penting, menurut perempuan berjilbab itu Pendataan Keluarga juga bisa mengidentifikasi keluarga dengan anak yang berpotensi stunting. “Data lengkap by name , by address,” jelasnya sembari menyebut data akan tersimpan di Basis Data Keluarga Indonesia (BDKI).  

Mengamini pernyataan Mas Novi, Widyasti menyebut data dari Pendataan Keluarga bisa memberi gambaran yang tepat dan menyeluruh tentang keadaan di masyarakat. Sehingga, bisa digunakan untuk intervensi langsung program kebijakan pemerintah di semua tingkat wilayah.

Untuk diketahui, Pendataan Keluarga dilakukan hingga 31 Mei nanti. Di Nganjuk total ada 352.775 KK sasaran. Jumlah tersebut belum termasuk penambahan KK setelah Oktober 2020 lalu.

Metode pengumpulan data menurut Widyasti ada dua jenis. Yakni, 80 persen berbasis smart phone, dan 20 persen paper based atau berbasis formulir. Pendataan manual dilakukan khusus daerah yang tidak terjangkau internet. “Total tenaga pelaksana ada 2.352 kader pendata, 284 supervisor, 20 pengelola data, dan 20 manajer data,” terang Widyasti membeber jumlah tenaga yang terlibat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news