Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Setahun, BNNK Rehab Delapan Remaja

02 Maret 2021, 16: 04: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Narkoba

Rehabilitasi (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Jumlah remaja yang menjadi pecandu narkoba di Nganjuk masih saja ditemukan. Selama 2020 lalu total ada delapan remaja yang menjalani rehabilitasi di BNNK Nganjuk. Adapun tahun ini sudah ada satu pelajar yang direhab.

Adalah MR, 16, pelajar asal Kecamatan Tanjunganom yang menjalani rehabilitasi sejak Februari lalu. “Wajib lapor dan juga dilakukan rehabilitasi,” ujar Subsektor Rehabilitasi BNNK Nganjuk Sugeng Hadi Susilo tentang rehabilitasi yang dijalani pemuda tersebut.

Meski MR berperan sebagai pemberi atau pengedar sabu, menurut Sugeng MR juga menggunakan barang haram tersebut di luar jam sekolahnya. Karenanya, BNNK Nganjuk memutuskan untuk melakukan rehabilitasi.

Baca juga: Pascabencana Longsor Ngetos, Warga Pindahkan Harta yang Tersisa

Terkait hasil rehabilitasi, Sugeng tidak bisa membeberkan hasilnya. Sebab, hal tersebut termasuk kerahasiaan antara dokter dan pasien rehabilitasi.     Selain MR, menurut Sugeng selama 2020 lalu sudah ada delapan pelajar yang juga direhabilitasi. Jumlah tersebut menurun dari 2019 yang sebanyak 25 orang pelajar. “Semua yang direhab dari tahun-tahun sebelumnya karena asesmen,” terang lelaki berkacamata itu.

Dari delapan kasus tersebut, kebanyakan juga ditemukan setelah ada pemeriksaan tes urin di sekolah atau di tempat lain. Kebanyakan klien pelajar pada tahun 2020 adalah pecandu narkotika jenis sabu.

Selama pandemi Covid-19, diakui Sugeng kegiatan BNNK Nganjuk dibatasi. Termasuk kegiatan pengecekan ke sekolah-sekolah yang biasa dilakukan seperti awal 2020 atau tahun sebelumnya. “Tidak boleh ada kegiatan yang mengundang keramaian. Semakin terbatas,” jelasnya sembari menyebut delapan pelajar yang direhab tahun 2020 lalu merupakan hasil pemeriksaan di awal tahun.

Melihat masih maraknya peredaran narkoba di Nganjuk, Sugeng menyebut BNNK sudah merumuskan program sosialisasi pencegahan. Termasuk pemetaan wilayah rawan peredaran dan beberapa langkah lainnya. “Aksi pencegahan melibatkan pemerintah dan pihak terkait,” imbuhnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news