Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Duka Keluarga M. Ridwan, Korban Kecelakaan Maut di Gurah

Berpulang usai Silaturahmi ke Keluarga

02 Maret 2021, 15: 58: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Kecelakaan kediri

DUKA: I Made Ricky dan Doni Setiawan saat membawa foto M. Ridwan yang menjadi korban laka di Gurah Minggu lalu (28/2). (Karen Wibi - radar kediri)

Share this          

Tidak ada yang mengira kabar duka tiba-tiba saja datang. Peribahasa bagai tersambar petir di siang bolong mungkin pas dalam kejadian ini. Bapak yang baik hati itu harus meninggalkan keluarga seterusnya tanpa pamit.

KAREN WIBI, KABUPATEN, JP Radar Kediri

Jalan Agung yang berada di Kelurahan/Kecamatan Pare itu terlihat tidak seperti biasanya. Jalan yang biasa disebut dengan Gang Gresikan ini ramai dengan pelayat (1/3).

Baca juga: Lingkungan Tertimbun Longsoran, Muhammad Maliki Urung Gelar Resepsi

Di jalan yang lebarnya tidak sampai empat meter tersebut berjajar beberapa motor. Ruas jalan lainnya terlihat ada mobil yang sedang terparkir. Beberapa pelayat itu terlihat lalu lalang membawa beras yang dimasukkan ke wadah beraneka bentuk.

Pelayat tersebut bergantian masuk ke salah satu rumah di tepi timur. Di bagian depan rumah tampak aneka barang. Mulai makanan, minuman, sembako, dan masih banyak lainnya. 

Rumah di tepi jalan tersebut merupakan rumah M. Ridwan, salah satu korban kecelakaan maut di depan kantor Kecamatan Gurah Minggu (28/2). Ridwan dimakamkan pukul 22.00. Setelah pihak keluarga membawa pulang jenazahnya yang berada di RSUD Simpang Lima Gumul. “Setelah sampai di rumah langsung dimakamkan,” ungkap I Made Ricky, menantu Ridwan.

Ricky menjelaskan saat itu Ridwan baru saja pulang dari Kecamatan Pace, Nganjuk. Di sana Ridwan mengunjungi beberapa kerabat untuk bersilaturahmi. “Hari Jumat itu berangkat ke Nganjuk, pulangnya Minggu siang,” tambah Ricky.

Menurut Ricky, Ridwan memang sering menghabiskan akhir pekan dengan kegiatan menyenangkan. Untuk Senin hingga Kamis, pensiunan pelayaran tersebut biasa berjualan di toko kelontong miliknya.

Kalau tidak mengunjungi keluarga, Ridwan biasanya menghabiskan waktu di bisnis kos miliknya yang berada di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Atau bersenang-senang dengan ketiga cucunya di rumah.

Pria berkaos hijau tua tersebut nampak masih lemas. Badannya nampak tidak bisa berdiri tegak. Perasaan yang campur aduk masih menyelimutinya sejak kemarin.

Dia duduk di salah satu kursi plastik yang berada di teras rumah. Sesekali memaksa diri untuk berdiri sembari menyalami pelayat yang datang ke rumah. “Monggo, silahkan duduk,” tuturnya dengan lirih.

Setelah kembali duduk, dia mengatakan masih tidak percaya akan kejadian yang mengharuskan mertuanya pergi untuk selamanya. “Saya pertama kali liat di Instagram,” ucapnya. Beberapa kerabat juga mengatakan bahwa mertua dari Ricky adalah korban. Dilihat dari surat izin mengemudi (SIM) yang terposting.

Pikiran Ricky semakin kacau. Di benaknya, dia berharap bahwa kabar yang dia terima adalah hoax. “Semoga hoax, semoga hoax, semoga hoax,” begitu pikirnya.

Namun ternyata berita tersebut benar adanya. Dia mendapat kabar langsung dari pihak Polsek Gurah. Sedih tidak bisa dibendung, air mata begitu saja terlihat menetes.

Pikirannya langsung mundur ke belakang saat Ridwan masih hidup. Menurutnya, Ridwan merupakan contoh yang sempurna untuk dijadikan panutan. Sikap ramah ke tetangga menjadi hal yang paling Ricky ingat. “Bapak itu orangnya supel sekali,” ungkapnya.

Selain itu, Ricky mengingat kalau mertuanya itu pekerja keras, tidak mau diam dan semua pasti dikerjakan. “Bapak juga ngajarin kita semua untuk selalu disiplin waktu,” kenangnya.

Semua sifat-sifat tersebut yang selalu diingat oleh Ricky. Dan akan terus dia praktikan.Saat Ricky selesai menghel napas, tiba-tiba datang menantu dari Ridwan yang lainnya. Adalah Doni Setiawan, 40, asal Kelurahan/Kecamatan Pare.

Kelopak matanya sedikit membengkak, sembap, bekas tangisan setelah mendengar kabar duka kemarin. Suaranya masih bergetar. Dengan tegar dia menyapa siapapun yang datang ke rumah.

Memakai kaos berwarna hitam, Doni seakan menunjukkan ke orang-orang sekitar kalau dia sedang berduka. Dia tak pernah menyangka kalau kecelakaan yang dia lihat saat menuju Ngadiluwih itu ternyata korbannya adalah bapak mertua.

Mengetahui hal tersebut, dia langsung balik kanan menuju lokasi kejadian. Xenia putih miliknya langsung menuju Mapolsek Gurah. Di sana baru dia tahu jika sang mertua benar-benar sudah tiada.

Doni hanya mampu bersedih. Bapak yang mengajarkan banyak sifat baik harus berpulang dengan cepat. “Semoga bapak tenang di sana,” tutupnya.

Sementara itu, pihak polisi masih belum menentukan tersangka dalam kecelakaan maut tersebut. Sebab, masih menunggu beberapa saksi. “Nanti akan dikumpulkan siapa saja yang melihat kejadian tersebut secara langsung,” tutur Kanitlaka Satlantas Polres Kediri Ipda Aris Wigiarto.

Aris menambahkan, pihak polisi masih menunggu hingga semua korban sembuh. “Kita terus usahakan untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan. Ditunggu saja” tambahnya.

Aris juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dalam berkendara. “Jangan mudah percaya juga dengan berita tidak pasti yang beredar,” tutupnya. (dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news