Minggu, 18 Apr 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tabrakan di Bundaran Sekartaji, Satu Tewas, 2 Luka, Ini Awalnya

02 Maret 2021, 15: 39: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

Kecelakaan kediri

Kecelakaan di Bundaran Sekartaji (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi. Kali ini terjadi di Jalan KDP Slamet, tepatnya di Bundaran Sekartaji. Satu korban meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Seperti kebanyakan yang menjadi penyebab, kecelakaan yang terjadi Minggu (28/2) malam itu karena keteledoran pengendara. Salah satu sepeda motor yang terlibat kecelakaan menerobos jalur, melawan arah. Padahal dari arah berlawanan ada sepeda motor yang melaju. 

“Karena jarak terlalu dekat tabrakan dua sepeda motor tidak dapat terhindarkan,” terang Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Ipda Dyah Ayu. 

Baca juga: Gadis Bandung Tewas di Hotel Lotus Kediri, Polisi Periksa Pacar

Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 itu melibatkan dua sepeda motor. Yaitu Honda MCB 97 WIN modifikasi dan Honda Vario 125. 

Honda MCB 97 WIN dikendarai oleh Wahyu Triogo, 47, warga Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota. Wahyu inilah yang akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat semalam di RS Bhayangkara. Korban meninggal setelah mendapatkan luka parah di bagian kepala karena benturan dengan aspal. 

“Mulutnya juga robek,” imbuh Ipda Dyah Ayu.

Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka berat. Keduanya adalah 

Mohamad Farhan Zolvani, 23 dan Mochamad Sya’roni, 21. Mereka merupakan warga Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Kini keduanya masih dirawat intensif di RS Bhayangkara.

Dyah menambahkan, kecelakaan berawal saat sepeda motor MCB 97 WIN melaju dari Jalan Veteran menuju Jalan Sodanco Supriyadi. Kendaraan itu melewati Bundaran Sekartaji. Sementara dari arah selatan, atau Jl KDP Slamet, datang Honda Vario yang dikendarai Farhan dan Sya’roni. Keduanya menerobos arus. Melewati sisi timur tanpa memutar melalui jalur seharusnya. Tabrakan pun tak terelakkan. 

Menurut saksi mata, tabrakan yang terjadi antara dua kendaraan itu sangat keras. Para pengendara itu sampai terpental dari sepeda motornya masing-masing. “Tiba-tiba saya melihat (para korban) sudah terkapar di tengah jalan semua,” ucap Suyadi, seorang tukang becak yang mangkal di dekat lokasi kejadian.

Terpisah, Humas RS Bhayangkara Wetty Lusiana mengatakan korban Wahyu Triogo meninggal sekitar pukul 12.30. Setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU sejak minggu malam kemarin. 

“Kondisi Wahyu semakin menurun pada siang hari, dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara. 

Sementara dua korban lainnya masih dirawat intensif di ruang anggrek 1. “Kedua korban juga mengalami luka berat di kepala dan kaki. Tadi pagi jam 05.00 baru dipindahkan dari ruang ICU ke Ruang Anggrek,” imbuhnya.

Hadi Wahyono, sepupu Farhan Zolvani, mengatakan saat itu saudaranya tersebut sedang dalam perjalanan dari rumah temannya yang ada di daerah Tarokan. “Saya kurang tahu ada keperluan apa, yang jelas pasti dalam perjalanan pulang” terangnya. 

Menurut Hadi, Farhan dan Sya’roni adalah rekan satu pekerjaan. “Mereka kerja di Pabrik,” ujarnya. (c3/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news