Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

PH Tetap Yakin Suherman akan Bebas

23 Februari 2021, 15: 41: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Suherman

TERDAKWA: Suherman saat menjalani sidang dengan agenda duplik yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin. (Karen Wibi - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Tim penasihat hukum (PH) Suherman, terdakwa kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa, tetap yakin kliennya tidak bersalah. Alasannya, semua fakta memberatkan seperti yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dianggap tak kuat.

“Semua fakta tidak terbukti di fakta persidangan,” tegas Saiful Anwar, salah seorang anggota tim PH Suherman dalam lanjutan sidang kasus tersebut di PN Kabupaten Kediri kemarin (22/2).  

Sidang kemarin berisi pembacaan duplik. Duplik sendiri adalah tanggapan atas replik yang telah dibuat oleh JPU dan dibacakan minggu lalu.

Saiful mengistilahkan duplik sebagai tangkisan atas replik yang dibuat JPU Tommy Marwanto di sidang sebelumnya. “Duplik juga merupakan hak dari terdakwa. Jadi kami selalu upayakan yang terbaik,” ucapnya.

Kesimpulannya, PH menolak replik yang disampaikan JPU. Materi duplik itu, menurutnya, sama dengan yang ada pada pledoi atau pembelaan mereka. 

Saiful sangat percaya diri dengan duplik yang ia layangkan pada persidangan kali ini. Walaupun isinya masih sama dengan pleidoi. “Kami juga yakin bahwa minggu depan Suherman akan bebas,” tegas Saiful.

Keyakinan serupa juga muncul pada ucapan Sutrisno, anggota lain tim PH Suherman. Dia percaya diri dengan duplik yang diajukan pada sidang yang berlangsung di ruang Cakra PN sekitar pukul 11.00 tersebut. Dengan yakin Sutrisno juga mengatakan kliennya akan segera dibebaskan.

Di akhir wawancara, Sutrisno juga berharap semoga majelis hakim bisa menimbang. “Semoga dengan semua kewenangan majelis hakim supaya terdakwa bisa dibebaskan,” tutupnya.

Sidang selanjutnya akan dilangsungkan pada minggu depan. Tepatnya pada tanggal 1 maret 2021. Sidang tersebut merupakan klimaks dari kasus ini karena berisi agenda putusan terhadap Suherman.

Sementara itu, duplik yang dilakukan oleh penasihat hukum Suherman terjadi setelah pledoi ditolak JPU. Dalam pledoi penasihat hukum Suherman ingin Suherman dibebaskan. Sedangkan JPU masih pada keyakinan Suherman bersalah dan dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Suherman dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan

Persidangan di ruang Cakra kemarin dilakukan secara tatap muka. Acara hanya berlangsung kurang dari 15 menit. Suherman yang saat itu duduk di kursi roda tidak memberi tanggapan apapun. Setelah sidang selesai, dia langsung pergi meninggalkan ruang sidang.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Kediri, Suherman merupakan terdakwa kasus jual beli perangkat desa. Dia terjerat perkara tersebut ketika masih menjabat Camat Kras.

Saat itu Suherman menawarkan pada beberapa kepala desa yang menggelar pemilihan perangkat desa terkait peluang meloloskan calon. Syaratnya dengan biaya tertentu. Namun, setelah uang disetor, ternyata calon yang telah membayar justru tak terpilih. Suherman pun dilaporkan oleh salah seorang kades yang telah menyetorkan uang tersebut. (c4/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news