Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
icon-featured
Features

Anang Wis Lanang Tenan

23 Februari 2021, 14: 20: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

Anang soetomo

Anang Soetomo (DEWI AYU NINGTYAS - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – “Wis le...wis lanang tenan,” ucap Dodo Wikanto sambil menepuk pundak Anang Soetomo. Ucapan yang membuat Anang tersenyum simpul. Kata-kata dokter spesialis urologi dari RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) itu memang mampu menenangkan hatinya.

Maklum saja, dua hari terakhir Anang resah. Dia merasakan ada masalah dengan hasil operasinya dan air kencingnya tidak bisa mengalir normal.

Tapi, keresahan hatinya itu hilang ketika Dodo Wikanto memastikan kalau kondisinya bagus dan kateter yang dipasang selama dua minggu terakhir sudah bisa dilepas. “Sedikit saja ada lubang di ujung, tapi nanti enam bulan lagi bisa diperbaiki. Lainnya bagus. Jangan khawatir ya,” ucap Dodo memenangkan Anang.

Karena itulah, Dodo memastikan kalau Anang sudah seperti laki-laki pada umumnya. Tinggal melanjutkan untuk perubahan status administrasi sebagai laki-laki. 

Dodo menuturkan adanya sedikit masalah di area ujung alat kelamin itu lantaran saat ini mendekati usai dewasa. Di usia 21 saat ini, pascaoperasi memang rentan terjadi masalah. “Mau dewasa lebih sulit (operasi, Red),” jelasnya. 

Lanjutnya, operasi yang dilakukan pada Anang tergolong operasi rekonstruksi. Yakni perbaikan. Setelah ini jika kurang puas dengan hasil operasi, dia bisa melakukan operasi lagi. Karena itu baru bisa dilakukan enam bulan lagi.Sebaliknya jika sudah puas dengan hasil operasi, tidak perlu melakukan operasi perbaikan lagi.  “Begitu seterusnya, kalau sudah puas ya sudah,” tegas dokter penggemar mobil klasik itu. 

Untuk diketahui, Anang Soetomo memiliki nama perempuan Ani Kasanah. Penamaan itu lantaran terjadi kesalahan penyebutan jenis kelamin setelah dilahirkan. Remaja penghobi bulu tangkis itu juga mengalami kelainan sexual ambiguity. Akibatnya, harus menjalani penyempurnaan kelamin hingga menjadi ‘laki-laki’.

Sebelumnya, di tahun 2015-2016, Anang sudah menjalani operasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Dari pemeriksaan dan operasi pertama dan kedua, dinyatakan Anang memiliki kromosom 46 XY yang berarti laki-laki. Namun, operasi yang semestinya berlanjut untuk tahap ketiga terhenti selama empat tahun. 

Di tahun 2021 ini, Anang kembali memperjuangkan kejelasan identitasnya. Yakni melalui operasi di RSKK yang ditangani secara langsung dokter Dodo Wikanto. Operasinya pun dinyatakan berhasil hanya dalam waktu 1,5 jam pada (8/2) lalu. 

Sementara itu, Anang mengungkapkan bersyukur dengan operasi yang sudah dilakukan. Lantaran kondisinya saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Yakni dia sudah bisa kencing melalui penis dan tidak perlu berjongkok lagi seperti perempuan. “Sudah senang sekarang mbak, tinggal lanjut urus dokumen biar lebih lega,” ungkapnya. 

Lulusan SMPN 2 Semen itu pun masih ada keinginan untuk menyempurnakan operasinya meski baru dilakukan enam bulan mendatang. Menurutnya waktu enam bulan lebih cepat daripada empat tahun menunggu operasi lanjutan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. “Tidak apa-apa menunggu enam bulan. Yang penting tidak bertahun-tahun,” terangnya. 

Saat ini remaja pekerja bengkel itu hanya ingin segera mendapatkan legalitas identitasnya menjadi ‘laki-laki’. Setelah itu baru dia bisa lega. “Kan yang di tunggu-tunggu nomor satu operasi. Nomor dua status,” pungkasnya. 

Senada, Tutik, 56, sang ibunda mengungkapkan gembira mengetahui anaknya sudah bisa kencing seperti laki-laki. Dia mengaku lebih tenang lantaran operasi yang dinantikan bertahun-tahun sudah dilalui. Tidak lagi terbebani dengan ketidakjelasan kondisi putranya.  “Kanton ngurus surat-surat mbak sampun lega, mboten repot maleh (Tinggal mengurus surat-surat, sudah lega, tidak repot lagi, Red),” ungkap perempuan berperawakan tinggi itu. (c2/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news