Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

PVMBG Sebut Lokasi Longsor Tak Layak Huni

23 Februari 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Longsor

RAWAN: Tim SAR memantau dari jauh lokasi tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos Jumat (19/2) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan serangkaian penelitian terkait longsor di Ngetos. Hasilnya, mereka menyatakan Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos tidak layak untuk menjadi hunian warga.

Hal tersebut diungkapkan kan oleh Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Budianto saat dihubungi koran ini. “Lokasi tidak layak untuk pemukiman warga karena tanahnya tidak stabil,” ujar Agus.

Daerah di sekitar lokasi longsor menurut Agus juga masih sangat rawan. Bukan hanya untuk pemukiman, Agus mengimbau agar tidak ada aktivitas warga di sekitar lokasi. Alasannya, di lokasi tersebut masih ada material longsor yang belum sepenuhnya bisa dibersihkan.

Meski pembersihan sudah menggunakan alat berat, menurut Agus material longsor masih belum turun keseluruhan. Karenanya, dia menilai masih membahayakan warga.

Selain alasan material longsor yang belum bersih, menurut Agus juga ada kekhawatiran lainnya. Yaitu kemungkinan adanya kasus longsor susulan. Hal tersebut menurutnya masih sangat berpeluang terjadi. “Saya sudah meminta pemerintah setempat untuk memasang garis polisi dan jangan ada warga yang beraktivitas di lokasi,” tegas Agus.

Agus menjelaskan, kasus longsor tidak terjadi secara tiba-tiba. Melainkan melalui proses yang relatif lama. Ada berbagai indikasi dan temuan yang mengawali terjadinya bencana yang menewaskan 19 korban jiwa tersebut.

Indikasi awal antara lain alur air dan retakan atau patahan di lokasi tersebut. Menurutnya tebing tersebut tidak stabil. Di sana juga terjadi pelapukan tanah yang relatif tebal. “Hal itu terjadi karena endapan vulkanik Gunung Wilis,” sambung pria bergelar insinyur tersebut.

Dengan berbagai indikasi tersebut, PVMBG sangat tidak menyarankan lokasi tersebut jadi permukiman penduduk. Sebaliknya, Agus mendorong pemkabuntuk mengubah lokasi menjadi hutan lindung. Yakni, dengan mengembalikan vegetasi seperti semula. “Pohonnya juga jangan sampai ditebang lagi. Harus jadi hutan lindung,” tandasnya.

Hal tersebut senada dengan rencana Pemkab Nganjuk yang akan merelokasi permukiman warga di sana. Rencananya warga terdampak akan dipindah ke petak 184 A milik Perhutani. Lokasinya terletak sekitar 500 meter di selatan Polsek Ngetos.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news