Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Amankan Manusia Silver di Taman PKK

Tindak Lanjuti Aduan Penggoresan Mobil

23 Februari 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MS

TIMBULKAN KERESAHAN: Anggota satpol PP menggiring manusia silver untuk masuk ke mobil dalam razia di Jl Mastrip, kemarin. (Dokumen Satpol PP Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Satpol PP mengamankan tujuh manusia silver yang berada di Taman PKK, kemarin. Mereka diamankan bersama dengan anak jalanan (anjal) dan pengemis karena dianggap meresahkan. Salah satunya, satpol menerima pengaduan masyarakat yang menyebut mereka menggores cat mobil saat tak diberi uang di perempatan.

Kasi Ketertiban Umum Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Nganjuk Sutikno mengungkapkan, laporan penggoresan mobil oleh manusia silver itu terjadi di Sukomoro kemarin pagi. “Langsung kami tindak lanjuti, ternyata mereka (manusia silver, Red) sudah pindah ke Mastrip,” ujar Sutikno.

Tak ingin keresahan masyarakat berlanjut, satpol langsung mengamankan tujuh orang yang mangkal di Taman PKK tersebut. Untuk memastikan mereka tak kabur, petugas membagi tim dan masuk ke Taman PKK dari arah barat dan selatan.

Benar saja, saat disergap, satu dari tujuh orang lari ke arah Werungotok. Petugas langsung mengejar lelakiyang mengaku asal Ngawi tersebut. Setelah tujuh orang berhasil ditangkap, mereka langsung dimasukkan ke dalam mobil Satpol PP Nganjuk.    

Sesampainya di kantor mereka langsung didata dan dimintai keterangan. “Semua tidak mengaku (menggores mobil orang, Red),” beber Sutikno.

Mereka berdalih bisa saja mobil terkena cat berwarna silver yang memang tidak kering. Anggota satpol PP pun membuktikan dengan memegang cat. “Akibatnya, ada anggota yang terkena cat di celana dan tangan,” imbuh Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Nganjuk Sujito.

Untuk diketahui, dari tujuh manusia silver yang diamankan kemarin, dua orang yang merupakan pasangan suami istri merupakan warga Nganjuk. Kemudian, satu orang lainnya asal Bagor. Adapun empat orang lainnya berasal dari luar Nganjuk. “Ada yang dari Ngawi, Madiun, Mojokerto, dan Pacitan. Rata-rata umur 24 tahun ke atas, dan satu ada yang masih 18 tahun,” papar Sujito.

Dari tujuh orang tersebut, dua lelaki di antaranya pernah terciduk satpol PP pada tahun lalu karena mengamen. Mereka mengaku ke Nganjuk dengan menumpang kendaraan besar.

Sementara itu, usai melakukan pendataan dan pembinaan, para manusia silver itu langsung dikirim ke Rumah Singgah Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk.Di depan Kasatpol PP Nganjuk Abdul Wakid,  mereka membutuhkan tanda tangan di surat pernyataan yang berisi tak akan mengulangi perbuatannya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news