Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Hari Peduli Sampah di Kediri: Buat Barongsai dari Sangkar Burung Bekas

22 Februari 2021, 15: 11: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Hari sampah

DARI SAMPAH: Anak-anak bermain Barongsai di Kampung Dongeng Ramadhani. (Rekian - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Di Hari Peduli Sampah Nasional, Kampung Dongeng Ramadhani Kecamatan Mojoroto menghadirkan barongsai untuk anak-anak kemarin (21/1). Dua bocah memeragakan barongsai berkepala sangkar burung yang disambung dengan kain bekas sepanjang 1,5 meter. Di sekujur kain dipasang gelas bekas air mineral. 

Pemain barongsai itu adalah Madjid yang masih berusia enam tahun dan Riffad berusia 9 tahun. Keduanya berasal dari Mojoroto. Tampil meloncat-loncat, keduanya berhasil mengibur anak-anak yang mampir di Kampung Dongeng Ramadhani. 

“Ini masih momen Imlek, kegiatan kami satukan dengan hari peduli sampah,” ucap Sunarno, Pengelola Kampung Dongeng Ramadhani. Tujuan adanya barongsai di Hari Peduli Sampah itu untuk menghibur sekaligus mengedukasi anak-anak agar lebih peduli dengan sampah. 

Selama ini kesan sampah adalah menjijikan. Anak bahkan dijauhkan dari sampah. Padahal, jika dikelola sampah bisa memiliki nilai ekonomi. Karena itu, semua spot yang dipakai untuk berkreasi anak-anak kemarin temanya adalah sampah. 

Bukan saja pertunjukkan barongsai yang dibuat dari daur ulang sampah, kegiatan lain pun juga berkaitan dengan pemanfaatan sampah. Seperti menggambar dan bercocok tanam dari barang bekas. Bekas botol kemasan air mineral disulap jadi media tanam. Tanaman di kebun pun terkesan ceria karena penuh dengan warna. 

Anak-anak diajak untuk memaksimalkan pemanfaatan semua sampah yang ada di sekitarnya. “Anak-anak ini mulai peduli, mereka akan ubah sampah di sekitarnya menjadi lebih bermanfaat. Targetnya itu,” ucap Sunarno yang juga menjadi pengajar di IAIN Kediri ini. 

Terpisah, Dewi Inayati, 34, asal Kelurahan Mrican mengaku senang dengan edukasi yang ada di Kampung Dongeng Ramadhani. “Anak-anak jadi punya kesan. Sudah tahu cara memanfaatkan sampah baik botol atau kardus,” katanya.

Yang membuatnya lebih senang lagi, anak-anak menjadi termotivasi untuk berkarya. Bagi Dewi, anaknya kini sudah bisa memilah mana sampah basah dan mana sampah yang kering. Dia bersyukur anaknya sudah mulai ada rasa peduli dengan sampah. “Saya berharap masih ada lagi edukasi seperti ini,” ucapnya.

Ada belasan anak yang datang ke Kampung Dongeng Ramadhani. Setiap anak diwajibkan untuk mengenakan masker. Karena masih masa pandemi, tidak semua anak-anak bisa ikut kegiatan. 

Sunarno menambahkan, ada beberapa sekolah yang ingin menitipkan puluhan anak didinya di kegiatan tersebut. Lantaran masih pandemi maka permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi. “Yang datang terbatas,” kata Sunarno.(rq/fud) 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news