Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Keracunan Korban Longsor Ngetos: Diuji Lagi di Labfor Polda Jatim

Belum Tetapkan Tersangka

22 Februari 2021, 12: 26: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

Keracunan

KUMPULKAN BUKTI: Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan (kiri) mengumpulkan sampel mi bersama anggotanya Kamis (18/2) malam. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satreskrim Polres Nganjuk terus mendalami kasus keracunan makanan pengungsi korban longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos. Rencananya, sampel mi ayam yang diduga menjadi penyebab keracunan akan diuji di laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim hari ini.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengungkapkan, pihaknya akan kembali melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan mi ayam tersebut. “Kami akan membawa sampel mi ke labfor untuk uji makanan,” ujar Nikolas.

Bahkan, uji makanan tidak hanya akan dilakukan di labfor Polda Jatim saja. Melainkan juga di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dua lembaga itu dipilih karena dinilai paling berkompeten menentukan kandungan makanan tersebut.

Sebelumnya, polisi telah melakukan security food test (SFT) oleh tim ahli dari RS Bhayangkara Nganjuk pada Jumat (19/2) lalu. Ada empat indikator tes yang dilakukan oleh tim dokter kepolisian. Yakni dengan tes terhadap kandungan arsenik, sianida, nitrit, dan formaldehyde.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kandungan arsenik, sianida, dan nitrit dalam mi bermerek Tunggal Rasa itu adaada pada angka nol. Artinya, mi tidak mengandung tiga bahan berbahaya itu.

Namun, indikator formaldehyde berada pada angka 10. Artinya, mi ayam tersebut mengandung formalin. Uji makanan di labfor dan BPOM, tutur Niko, untuk semakin meyakinkan jenis kandungan bahan berbahaya yang ada pada mi ayam tersebut. “Yang berkompeten nanti dari labfor dan BPOM,” imbuh perwira dengan dua balok emas tersebut.

Terkait keluarnya hasil pengujian makanan, Niko mengaku belum bisa memastikan waktunya. Sesuai rencana, dia masih akan koordinasi dengan tim ahli hari ini. “Besok (hari ini, Red) baru tahu kapan hasilnya bisa keluar,” sambung pria kelahiran Jogjakarta tersebut.

Selain berencana mengajukan uji sampel mi ayam, Niko menegaskan, penyidik memanggil P dan S, pihak pengirim mi ayam untuk para pengungsi bencana tanah longsor Ngetos. Keduanya diperiksa Jumat (19/2) lalu.

P dan S diperiksa oleh satreskrim lantaran keduanya membubuhkan nama dan nomor telepon kepada petugas posko. Setelah dilakukan profiling, petugas mendapati bahwa keduanya berdomisili di Sidoarjo dan Malang. “Sudah kami periksa. Belum kami naikkan sebagai tersangka,” tandas Nikolas sembari menyebut belum ada pihak lain yang diperiksa.

Seperti diberitakan, mi dikirimkan oleh paguyuban mi ayam Surabaya pada Rabu (17/2) lalu. Rencananya, pengirim menyediakan dua ribu porsi untuk dibagikan di lokasi bencana. Hanya saja, belum semua dapat dibagikan pada Kamis (18/2) lalu.

Tercatat, sebanyak 44 orang menjadi korban keracunan makanan dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ngetos. Empat diantaranya bahkan harus dilarikan ke RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara. Para korban mayoritas adalah pengungsi dan relawan di sana.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news