Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dewan Pertanyakan Kerusakan Plengsengan Kecubung

Diduga Tidak Dikerjakan Sesuai dengan RAB

22 Februari 2021, 12: 23: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Plengsengan

BERBAHAYA: Polsek Pace memasang garis polisi di sepanjang plengsengan Sungai Bodor di Desa Kecubung, Pace yang ambrol pada Sabtu (13/2) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Komisi C DPRD Nganjuk menyoroti kasus ambrolnya plengsengan Sungai Bodor di Desa Kecubung, Pace. Wakil rakyat menduga proyek yang selesai dikerjakan akhir 2020 lalu itu rusak karena tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Dugaan tersebut dilontarkan lantaran bangunan yang baru seumur jagung itu sudah rusak diterjang air bah. “Kami tidak ingin menduga lebih jauh. Tetapi kemungkinan besar tidak sesuai dengan RAB,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Nganjuk M. Fauzi Irwana.

Pihaknya mengaku bahwa sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Pasalnya, rekanan yang mengerjakan proyek seharusnya sudah tahu perhitungan secara detail kebutuhan pembangunan di sana. Termasuk mencegah agar tidak ambrol saat diterjang air yang deras.

Kondisi tersebut menurut Fauzi seharusnya sudah masuk perhitungan rekanan. Termasuk perhitungan tekstur tanah yang ada di sana. Dengan begitu, bangunan akan bisa bertahan lama dan dapat bermanfaat seperti seharusnya.

“Sudah dihitung semua harusnya. Tapi ini baru tiga bulan sudah ambrol. Berarti kan ada yang kurang tepat,” imbuh pria brewok tersebut.

Dengan kejadian tersebut, Fauzi menjelaskan, komisi III akan mengagendakan untuk melakukan inspeksi dan mengecek langsung bangunan tersebut. Meski bangunan masih dalam masa perawatan rekanan, menurut Fauzi kejadian tersebut merupakan kerugian bagi pemkab dan masyarakat.

Untuk diketahui, pembangunan plengsengan merupakan proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Meski demikian, lokasinya di Kota Angin sehingga DPRD Nganjuk berhak menyoroti proyek tersebut. “Kami melakukan fungsi pengawasan di sini,” sambung Fauzi.

Selain menyayangkan ambrolnya plengsengan yang baru berumur tiga bulan tersebut, pihaknya juga menyoroti tidak adanya papan atau plang proyek di sana. Terlebih dengan ambrolnya plengsengan turut membuat tanah jalan ambrol. Dikhawatirkan hal itu akan mengganggu pengguna jalan.

Agar kerusakan tidak berlarut-larut, Komisi III DPRD Nganjuk akan segera menindaklanjutinya. Sehingga, kerusakan bisa diperbaiki dan tidak membahayakan masyarakat.

Terpisah, Bupati Novi Rahman Hidhayat mengaku telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk berkomunikasi dengan BBWS. Sehingga, kerusakan bisa segera diperbaiki. “Kami sudah berkoordinasi. Proyek tersebut memang masih menjadi tanggungan rekanan,” tegas Novi.

Seperti diberitakan, plengsengan ambrol sepanjang sekitar 100 meter pada Sabtu (13/2) lalu. Plengsengan ambrol mulai sekitar pukul 08.00 hingga pukul 09.00. Setelah sisi barat ambrol lebih dahulu, sisi timur menyusul kemudian.

Plengsengan memiliki ketinggian tak kurang dari empat meter. Akibat kejadian tersebut, bahu jalan juga turut ambrol selebar satu meter. Garis polisi dipasang di sana oleh Polsek Pace agar tak membahayakan masyarakat yang melintas di sana.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news