Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pemuda Asal Prambon dan Tanjunganom Jadi Korban Pembacokan

Polres Nganjuk Masih Kejar Pelaku

22 Februari 2021, 12: 21: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Korban

Kronologi Pembacokan (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kejahatan jalanan masih terus terjadi di Kota Angin. Sabtu  (20/2) malam lalu, Nicho Arik Septian, 21, asal Prambon, dan Wendie Arik Septian, 21, asal Tanjunganom, menjadi korbannya. Dua pemuda itu dibacok oleh orang tak dikenal di Lapangan Bulakrejo, Warujayeng, Tanjunganom sekitar pukul 19.30.

Akibat pembacokan oleh orang yang identitasnya belum diketahui itu, Nicho dan Wendie mengalami luka bacok di dahi dan kaki. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu (pembacokan, Red),” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Prathama.

Kejadian pembacokan berawal saat Nicho, pemuda asal Desa/Kecamatan Prambon, dan Wendie asal Desa Sumberejo, Tanjunganom mengendarai sepeda motor. Mereka hendak mengunjungi rumah temannya di salah satu desa di Tanjunganom.

Korban

LUKA BACOK: Wendie Arik Septian yang mengalami luka bacok di paha dirawat di Puskesmas Tanjunganom (20/2). (Dokumen Polsek Warujayeng for radarkediri.id)

Setibanya di lapangan Bulakrejo, Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom, keduanya dipepet oleh sepeda motor lain dari arah timur. Panik, Nicho dan Wendie hampir terjatuh ke lapangan.

Sadar akan bahaya yang ada di depannya, Nicho berniat menghindar. Tetapi, tiba-tiba saja  pelaku yang mengendarai motor bebek itu menyabetkan senjata tajam ke arah Nicho dan Wendi. “Pengemudi terkena di bagian dahi dan yang dibonceng, terkena di bagian kaki,” imbuh perwira polisi berpangkat dua melati di pundaknya itu.

Melihat korban terjatuh, pelaku pembacokan langsung melarikan diri. Pelaku tidak mengambil barang berharga milik korban sama sekali. “Tidak ada barang yang dijarah. Ini termasuk kategori penganiayaan,” terangnya.

Perwira yang sebelumnya menjabat kepala Polres Batu itu menyebut ciri-ciri pelaku sesuai keterangan korban. Yakni, pelaku memakai pakaian berwarna gelap. Selanjutnya, mereka mengendarai sepeda motor bebek yang tidak diketahui nomor polisinya. Demikian juga dengan sajam yang disabetkan kepada korban.

Hingga tadi malam menurut Harvi anggotanya masih melakukan penyelidikan. Selain terjun ke lapangan, mereka masih terus mendalami keterangan para saksi.

Untuk diketahui, kegaduhan yang terjadi Sabtu malam lalu akhirnya diketahui oleh warga. Mereka langsung menolong Nicho dan Wendie dengan membawanya ke Puskesmas Tanjunganom.

Pihak keluarga juga mendatangi lokasi bersama petugas Polsek Warujayeng. Nicho dan Wendi dimintai keterangan ciri-ciri pelaku yang menyerangnya. “Masih kita upayakan untuk mengejar pelaku. Kalau laporan sudah diteruskan,” terang perwira polisi berkacamata itu.

Kronologi:

-        - Nicho dan Wendie melewati wilayah kelurahan Warujayeng saat hendak berkunjung ke rumah temannya pada Sabtu (20/2) malam.

-        - Saat sampai di Lapangan Bulakrejo, Kelurahan Warujayeng, Nico dipepet oleh pelaku (identitas belum diketahui).

-        - Pelaku yang berjumlah dua orang itu menyabetkan senjata tajam ke arah Nicho dan Wendie hingga keduanya terjatuh.

-        - Pelaku langsung kabur dan korban dibawa ke Puskesmas Tanjunganom sekitar pukul 20.00

-        - Niko diperban akibat luka sayatan di daji. Wendie mengalami luka tebas di paha kanan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news