Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tetap Bisa Terpapar meski Telah Divaksin

22 Februari 2021, 12: 14: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Covid-19 di Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penyuntikan vaksin tak lantas membuat kita sepenuhnya terhindar dari paparan Covid-19. Pasalnya, antibodi baru bisa terbentuk sempurna setelah tiga hingga empat minggu pascavaksin dosis kedua disuntikkan. Karenanya, masyarakat yang telah divaksin masih harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Apalagi, meski antibodi telah terbentuk sempurna, orang yang telah divaksin tetap bisa terpapar Covid-19. Hanya saja, peluang terpaparnya tidak sebesar orang yang belum divaksin. Demikian pun gejala yang dialami tidak separah mereka yang belum divaksin.

“Orang yang belum divaksin memiliki kerentanan tiga kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang telah menjalani vaksinasi,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto saat dihubungi oleh Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Hendri menjelaskan, vaksinasi pertama hanya menjadi pemicu agar antibodi terbentuk. Vaksinasi pertama belum bisa dikatakan efektif untuk menangkal paparan Covid-19. Barulah pada vaksinasi kedua efektivitas vaksin mulai terasa. Namun, untuk terbangun antibodi secara sempurna masih membutuhkan waktu.

Antibodi menurut Hendri baru terbentuk sempurna berbeda-beda setiap orang. Normalnya antara tiga hingga empat minggu setelah vaksinasi dosis kedua dilaksanakan.

Hal itu berlaku bagi seluruh vaksinasi atau imunisasi apapun. “Terbentuknya antibodi tetap membutuhkan waktu. Tidak bisa langsung,” imbuh pria yang juga dipercaya menjadi direktur RSUD Kertosono tersebut.

Hal tersebut sama seperti yang dialami oleh Wabup Marhaen Djumadi yang dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (18/2) lalu. Dia tetap terpapar meski telah menjalani vaksinasi dosis kedua pada Rabu (10/2).

Rentang waktu antara vaksinasi dosis kedua dengan dinyatakannya positif Covid-19 relatif hanya berjarak satu minggu. Berdasarkan keterangan Hendri sebelumnya, kemungkinan besar antibodi Marhaen belum terbentuk secara sempurna. “Pak Wabup kan baru saja menjalani vaksinasi kedua. Kalau dari kaca mata medis seperti itu,” jelas pria ramah tersebut.

Lebih jauh, pria berkacamata itu menyebutkan, Marhaen dalam kondisi baik. Orang nomor dua di Kota Angin tersebut mendapat perawatan di RSUD Kertosono bersama istri dan anaknya yang juga dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya.

“Pak Wabup dan keluarganya dalam kondisi yang baik. Setiap pagi saya juga selalu menyapa dan memantau kondisi beliau,” pungkas Hendri.

Untuk diketahui, hingga kemarin masih terjadi penambahan kasus Covid-19. Sedikitnya ada lima kasus terkonfirmasi positif baru kemarin. Tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Di saat yang sama, ada 33 pasien yang dinyatakan sembuh.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news