Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Korona di Kediri: Tambah Lagi Empat Positif

20 Februari 2021, 16: 02: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

Korona di Kediri (Grafis: Afrizal - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 masih terjadi di Kota Kediri. Kemarin, empat orang dilaporkan terpapar korona. Mereka yang terpapar itu masuk dalam klaster perjalanan. Semuanya menunjukkan gejala. 

Penambahan itu membuat total yang terkonfirmasi menjadi 1.135 orang. Sedangkan kasus aktifnya berjumlah sembilan orang. 

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 (GTPP) dr Fauzan Adima, sebagian pasien yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri (isoman). Jumlahnya tiga orang. 

“Sisanya, enam orang, dirawat di rumah sakit rujukan,” terang Fauzan. 

Sejauh ini, pasien dengan kategori suspect mencapai 88 orang. Kemudian yang masuk kategori probable 33 orang. Dari jumlah itu, yang menjalani isolamsi mandiri sebanyak 24 orang. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit 36 orang.

Melihat kondisi itu, dr Fauzan meminta warga tetap waspada dan tidak lengah. Mereka harus tetap menjalani protokol kesehatan serta menjauhi kerumunan.

Sementara itu, satuan polisi pamong praja bersama dengan TNI/Polri terus melakukan operasi untuk menertibkan warga yang melanggar prokes. Kemarin ada puluhan orang yang terjaring melanggar prokes. 

“Kita operasi terus,” ucap Nurkhamid, sekretaris Satpol PP Kota Kediri. Kegiatan operasi dilakukan di Bandarngalim Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto. Di tempat ini ditemukan 14 pelanggar. Mereka semua didenda masker. 

Sedangkan di Jalan Sumber Agung didapat enam pelanggar yang dikenakan sanksi sosial. Di Jalan Merbabu dua pelanggar, juga dikenakan sanksi sosial. Sedangkan di Jalan Pol Imam Bahri, Pesantren didapat 11 masyarakat yang tidak mengenakan masker. Lima orang dikenakan sanksi sosial, empat denda masker, serta yang dikenakan lisan dan tertulis ada dua orang.

Sementara itu,  penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kabupaten Kediri tinggal menghitung hari. Hanya, sejak diberlakukan (8/2) lalu program ini dianggap masih belum bisa dinilai tingkat efektivitasnya.

“Belum bisa dinilai efektivitasnya,” terang Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Kabupaten Kediri Ahmad Khotib. 

Penyebabnya adalah masa inkubasi virus di dalam tubuh seseorang memerlukan waktu dua hari sampai dua minggu. Untuk memastikannya baru bisa diketahui setelah PPKM berskala mikro berakhir. “Baru bisa dilakukan penilaian efektivitasnya terhadap penyebaran Covid-19,” jelasnya. 

Terkait masa penerapan PPKM mikro yang akan berakhir ini, Khotib mengatakan sampai saat ini pihaknya masih meningkatkan penerapan 

tracing, testing, dan treatment(3T). Selain itu memperketat kedisiplinan protokol kesehatan. 

Sementara itu, Khotib menyampaikan Kabupaten Kediri saat ini masih masuk dalam zona oranye. Angka kesembuhan pasien pun mengalami penambahan. Yakni sebanyak 25 pada Kamis (18/2) lalu. Total angka kesembuhan menjadi 3.243. 

Terpisah, selama penerapan PPKM mikro ini, satuan polisi pamong praja (satpol pp) masih gencar melakukan operasi yustisi dengan menggandeng polisi dan TNI. Itu pun dilakukan dua kali dalam sehari, yakni siang dan malam. “Untuk malam minggu kami lakukan penutupan di ruas jalan sekitar SLG,” jelas Kasatpol PP Agoeng Djoko Retmono. (rq/c2/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news